Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Muslim Pantai Gading Bebas Jalankan Keyakinannya

Sabtu 10 Feb 2018 06:28 WIB

Red: Agung Sasongko

Muslim di Pantai Gading.

Muslim di Pantai Gading.

Foto: AP/Rebecca Blackwell
Muslimin pun merayakan hari raya dengan gembira.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Menyebut nama negara Pantai Gading, akan sangat banyak nama yang berbeda di setiap bahasa. Negara ini bernama Ivory Coast dalam bahasa Inggris, Côte d’Ivoire dalam bahasa Prancis, Costa de Marfil dalam bahasa Spanyol, Elfenbeinküste dalam bahasa Jerman, dan masih banyak nama lainnya.

Pantai Gading merupakan salah satu wilayah subsahara Afrika. Negeri makmur penghasil cokelat terbesar dunia ini berbatasan dengan Teluk Guinea, Burkina Faso, Mali, Guinea, Liberia, dan Ghana.

Seperti beberapa negara tetangganya, Pantai Gading pun memiliki banyak penduduk Muslim. Beberapa sumber bahkan menyebut mayoritas penduduk negara seluas 322 ribu kilometer persegi tersebut merupakan Muslimin.

Lain lagi data yang disampaikan lembaga riset Pew Forum. Menurut lembaga ini, Pantai Gading merupakan negara yang memiliki banyak Muslimin, namun mereka hidup sebagai minoritas.

Pada 2009 jumlah Muslim negara ini mencapai 7,745 juta jiwa atau hanya sekitar 36,7 persen dari total populasi negara. Angka tersebut sangat berbeda dengan yang dikeluarkan CIA Worldfact.

Menurut CIA, Islam merupakan agama mayoritas. Disebutkan, 40 persen penduduk Pantai Gading merupakan Muslim. Sedangkan, Kristen dan animisme masing-masing berjumlah 30 persen.

Adapun laman Islam online menyebut, Pantai Gading memang berpenduduk mayoritas Muslim. Disebutkan, 60 persen dari total penduduk 16 juta jiwa menganut agama Islam, 22 persen memeluk Kristen dan Katolik, serta 18 persen penganut animisme. Sedangkan, menurut data PBB tahun 2010, jumlah penduduk Pantai Gading mencapai 21,6 juta jiwa.

Terlepas dari kebenaran angka-angka tersebut, Muslimin hidup nyaman di Pantai Gading layaknya kelompok penduduk mayoritas. Mereka bebas beragama dan leluasa menjalankan ibadah. Masjid banyak berdiri di negara bekas koloni Prancis tersebut. Salah satu masjid yang cukup megah berdiri di Ibu Kota Abidjan, yakni Masjid Grand-Bassam.

Muslimin pun merayakan hari raya dengan gembira. Dengan jumlah Muslimin yang besar, Pantai Gading kemudian bergabung dengan organisasi negara-negara Islam, yakni  Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 2001 sebagai anggota ke-57.

Sumber : Islam Digest Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA