Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Bosnia Tangkap Tiga Orang Serbia Terkait Genosida Srebrenica

Ahad 28 January 2018 18:16 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Dua perempuan Muslim Bosnia mekamam kembali keluarganya yang mencjadi korban pembantian Serbia di Sebrenica.

Dua perempuan Muslim Bosnia mekamam kembali keluarganya yang mencjadi korban pembantian Serbia di Sebrenica.

Foto: mvslim.com
Mereka diduga berpartisipasi dalam pembantaian Srebrenica yang membunuh 8.000 Muslim

REPUBLIKA.CO.ID -- Polisi Bosnia telah menangkap pada Rabu lalu, tiga etnis Serbia, termasuk seorang komandan brigade saat terjadinya perang saudara di negara tersebut. Mereka adalah Mil Kosoric, 64, mantan komandan, dan dua anggota brigade, termasuk kepala unit khusus, ditangkap di wilayah timur Vlasenica dan Han Pijesak.

“Mereka diduga berpartisipasi dalam pembantaian Srebrenica yang membunuh  8.000 Muslim pada tahun 1995,” kata jaksa. "Para tersangka juga sedang diselidiki atas kejahatan perang dan membantu genosida," kata kantor kejaksaan Bosnia.

Pada bulan November lalu, hakim U.N di Den Haag memvonis pastoran militer Serbia Bosnia Ratko Mladic yang tinggal di penjara karena melakukan genosida di Srebrenica, bersamaan dengan kejahatan perang lainnya. Sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim disembelih di tangan pasukan Mladic di daerah kantong Bosnia bagian timur pada bulan Juli 1995.

Sebanyak 100.000 orang tewas dalam perang Bosnia 1992-1995. Ini yang membuat Muslim, Serbia dan Kroat saling bertentangan saat Yugoslavia berantakan. Investigasi terakhir menyangkut eksekusi "setidaknya 30" warga sipil Muslim yang terpisah dari sebuah konvoi pengungsi meninggalkan Srebrenica setelah ditangkap oleh pasukan Serbia, kata jaksa penuntut. Para korban dikurung di sebuah sekolah dan kemudian dibawa pergi untuk dibunuh.

“Sejauh ini, sisa-sisa 6.333 korban pembantaian Srebrenica telah diidentifikasi dan dikuburkan,’’menurut Institut Orang Hilang Bosnia.

Sumber : mvslim.com
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA