Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Menanti Kehadiran Buah Hati

Kamis 10 May 2012 18:56 WIB

Rep: Anjar Fahmiarto/ Red: Chairul Akhmad

Sampul buku Ya Allah, Beri Aku Satu Saja.

Sampul buku Ya Allah, Beri Aku Satu Saja.

Foto: http://tangerang.olx.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap manusia pasti mendambakan anak atau keturunan. Kehadiran mereka akan menjadi penerus cerita dan penyambung sejarah.

Anak akan menjadikan kehidupan lebih berwarna. Selain itu, anak juga menjadi sarana kita untuk mencapai pahala dan ridha Allah SWT.

Namun, terkadang tak semudah itu mendapatkan anak. Banyak pasangan yang sudah menikah harus rela menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan sang buah hati. Banyak yang menjadi kendala, seperti faktor kesehatan, kemandulan, dan sebagainya.

Tapi, intinya adalah hak mutlak Allah untuk memberikan atau tidak memberikan anak kepada seseorang. Ini tertuang dalam Alquran surah Asy-Syura ayat 49–50. “Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa saja yang dikehendaki. Dan memberikan anak laki-laki kepada siapa saja yang dikehendaki. Atau dia meng anugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki). Dan, dia menjadikan mandul siapa saja yang dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

Rumah tangga tanpa kehadiran anak memang sangat sepi. Anaklah yang membuat hidup berumah tangga menjadi bersemangat dan bahagia. Namun, sekuat apa pun keinginan kita untuk memiliki anak, jika Allah belum menghendaki, kita tidak akan bisa mendapatkannya. Manusia hanya berkewajiban untuk ikhtiar dan berusaha seoptimal mungkin. Sedangkan hasil akhirnya dikembalikan kepada Sang Pencipta.

Ada hikmah yang terkandung di setiap kejadian dalam kehidupan. Ketika pasangan tidak atau belum dianugerahi anak walau semua ikhtiar sudah dilakukan, mengambil hikmah menjadi sebuah keniscayaan. Bisa jadi Allah menginginkan kebaikan bagi pasangan tersebut.

Anugerah anak mungkin bisa menjadi petaka jika mereka memilikinya. Pintu kebaikan lain Allah bukakan bagi mereka. Misalnya, rezeki yang berlimpah sehingga mereka mampu membantu sesama dan menjadi amal jariyah setelah tiada.

Buku ini menyajikan cerita menarik tentang perjuangan dan upaya sejumlah pasangan untuk mendapatkan keturunan. Isinya menyentuh perasaan. Keikhlasan, tawakal, dan usaha maksimal tergambar dari perjalanan hidup mereka.

Misalnya, tentang per juangan pasangan yang sudah sembilan tahun menikah, tetapi tidak dikaruniai anak. Berbagai cara dan terapi telah ditempuh. Namun, Allah berkehendak lain. Semua upaya tersebut belum dijawab Allah. Di tahun kesembilan pernikahan, sang suami akhirnya menceraikan istrinya lalu menikah dengan perempuan lain.

Dikisahkan juga perjuangan seorang istri yang berkali-kali mengalami keguguran. Penderitaan lahir dan batin yang begitu hebat dia rasakan. Namun, semuanya dihadapi dengan keikhlasan dan kesabaran. Hingga akhirnya, Allah memberikan hadiah yang sangat indah berupa tiga orang anak yang lahir sempurna dan sehat.

Buku ini juga mengupas mitos-mitos seputar upaya mendapatkan keturunan. Misalnya, benarkah tauge atau kecambah bisa menyuburkan rahim, apakah posisi rahim bisa turun dan kembali dengan dipijat, ketidaksuburan dikaitkan dengan istri saja, dan sebagainya. Juga disajikan doa-doa dan tips untuk mendapatkan keturunan. Bagi anda yang sedang berupaya sekuat tenaga untuk mendapatkan buah hati, buku ini layak menjadi bacaan.

Judul            : Ya Allah Beri Aku Satu Saja
Penulis        : Nurul Asmayani,  Viana Akbari dkk
Penerbit     : Qultum Media
Cetakan      : Pertama,
Desember  : 2011
Halaman     : xii + 264





Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA