Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Ketua DPR Ajak Kampus Aktif Jihad Lawan Narkoba

Selasa 08 May 2018 14:10 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menerima Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) di ruang kerja Ketua DPR, Jakarta, Senin (7/5).

Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menerima Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) di ruang kerja Ketua DPR, Jakarta, Senin (7/5).

Foto: DPR RI
Saat ini jaringan peredaran narkoba sudah lintas negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak perguruan tinggi berperan aktif dalam jihad memberantas narkoba. Perguruan tinggi perlu melakukan berbagai langkah strategis untuk mengatasi peredaran narkoba di dunia pendidikan.

 

"Perguruan tinggi jangan menjadi menara gading yang aktivitasnya jauh dari realitas sosial. Perguruan tinggi harus berkontribusi memberikan solusi dan tindakan konkrit dalam menjawab berbagai permasalahan bangsa, utamanya dalam pemberantasan narkoba," ujar Bamsoet saat menerima Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) di ruang kerja Ketua DPR, Jakarta, Senin (7/5).

 

Pengurus ARTIPENA yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Sekretaris Jenderal Zaenal Arifin (Universitas Mercubuana), Bendahara Umum Teddy Oswari (Universitas Gunadarma), Wakil Ketua Suyatno (Universitas Muhamadiyah Hamka) dan Wasekjen Ardiansyah (Universitas Moestopo Beragama).

 

Bamsoet memahami rumitnya persoalan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi. Apalagi saat ini jaringan peredaran narkoba sudah lintas negara melibatkan bandar dan pengedar internasional dengan modus operandi yang semain kreatif. Tak hanya itu, jenis narkoba juga semakin banyak variasinya.

 

"Walaupun banyak tantangan, perguruan tinggi harus menjadi contoh kawasan yang steril. Bukan justru malah menjadi sarang peredaran narkoba. Beberapa hari lalu saya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan pemusnahan barang bukti 2,6 ton di Monas. Bayangkan, jika lolos 2,6 ton narkoba tersebut bisa berada dimana saja, tak menutup kemungkinan juga masuk ke perguruan tinggi," ijar Bamsoet.

 

Bamsoet menyarakan perlu dipikirkan untuk menyertakan surat keterangan bebas narkoba bagi calon mahasiswa baru yang akan mendaftar ke perguruan tinggi. Bukan tidak mungkin pula perguruan tinggi menggandeng BNN untuk melakukan tes urine kepada para mahasiswa secara berkala.

 

"Ini sebagai tindakan antisipasi, siapa tahu ada anak-anak kita yang telah terjerumus karena pergaulan maupun faktor lingkungan lainnya, bisa kita selamatkan sedini mungkin. Jangan sampai pendidikannya terbengkalai dan masa depannya hancur," kata Bamsoet. 

 

PolitikusPartai Golkar ini mengapresiasi kelahiran ARTIPENA yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional ke-2 di Banjarmasin. Walaupun bersifat relawan, ARTIPENA tak boleh letih mengedukasi masyarakat, terutama para mahasiswa dan civitas kampus.

 

"Saya harap seteleh penyelenggaraan Munas nanti, ARTIPENA bisa memperluas jaringannya ke semua provinsi di Indonesia. Jalin kerja sama dengan pihak lain, baik BUMN maupun organisasi sosial lainnya. Saya yakin niat baik ARTIPENA akan mendapatkan sambutan positif sekaligus memberikan kontribusi aktif kepada masyarakat," ujar Bamsoet.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler