Bamsoet Siap Bantu Selesaikan Dualisme Kepengurusan KNPI

Sebagai wadah organisasi pemuda, KNPI harus mampu menjadi sarana pemersatu.

Jumat , 06 Apr 2018, 09:01 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bertemu dengan pengurus KNPI.
Foto: DPR RI
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bertemu dengan pengurus KNPI.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo siap memfasilitasi  penyelesaian dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Sebagai wadah organisasi pemuda, KNPI harus mampu menjadi sarana pemersatu kaum muda. Dualisme kepengurusan KNPI yang masih terjadi dinilai hanya akan merugikan KNPI dan kaum muda.

"KNPI harus memberikan tauladan kepada kaum muda lainnya. Perbedaan pandangan atau cara kerja adalah hal yang biasa. Lakukan dialog terbuka dari hati ke hati, hilangkan egoisme dan sikap ingin menang sendiri. Saya yakin berbagai perbedaan yang ada bisa diselesaikan," ujar Bamsoet saat menerima Dewan Pengurus Pusat KNPI dibawah pimpinan Fahd Arafiq yang diwakili Ketua Harian Muhammad Akbar beserta jajaran pengurus lainnya di ruang kerja pimpinan DPR RI, Jakarta, Kamis (5/4) lalu, seperti dalam siaran persnya.

Sehari sebelumnya, Bamsoet juga menerima kepengurusan KNPI di bawah kepemimpinan M. Rifai Darus. Sebagai senior di KNPI, Bamsoet menilai pada dasarnya kedua kepengurusan KNPI tersebut mempunyai prinsip yang sama ingin memajukan kaum muda Indonesia.

"Kesamaan prinsip ingin berbakti kepada negeri jangan malah dijadikan sumber perpecahan. Justru harus menjadi sumber kekuatan. Dalam waktu dekat saya akan mengundang saudara Menteri Pemuda dan Olah raga ke sini untuk membicarakan agar KNPI bisa segera solid," ujar Bamsoet.

DPR dan Kementerian Pemuda dan Olah raga akan memfasilitasi kedua belah pihak KNPI agar bisa saling terbuka satu sama lain. Diharapkan pada kongres KNPI ke depan, kedua belah pihak KNPI sudah solid. Sehingga, Ketua Umum KNPI terpilih bisa diterima dan menjadi pengayom semua pihak.

Politikus Partai Golkar ini berjanji, jika kepengurusan KNPI sudah solid, DPR RI dan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga siap memfasilitasi berbagai kegiatan kepemudaan. "Di APBN 2018, DPR menganggarkan lebih dari Rp 5 triliun untuk Kementerian Pemuda dan Olahraga. KNPI dan berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda bisa mengaksesnya untuk berbagai kegiatan yang memajukan kaum muda. Kuncinya harus solid terlebih dahulu," tegas Bamsoet.

Menanggapi berbagai arahan dari Bamsoet, Ketua Harian DPP KNPI Muhammad Akbar menyatakan kesiapannya melakukan dialog dengan kepengurusan M. Rifai Darus. Mereka sepakat dengan Bamsoet, bahwa KNPI harus menjadi sumber kekuatan kaum muda untuk mendukung pembangunan bangsa.

"KNPI adalah aset bagi bangsa Indonesia. Kami ingin masyarakat melihat kaum muda solid dibawah KNPI. Kami siap difasilitasi untuk menyelesaikan dualisme yang ada. Semua demi kebaikan KNPI, kebaikan kaum muda serta kebaikan bangsa dan negara," ujar Akbar.