Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Oesman Sapta Puji Semangat Juang Orang Minang

Jumat 21 July 2017 20:25 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Ketua DPD RI Oesman Sapta

Ketua DPD RI Oesman Sapta

Foto: Dok Humas DPD RI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPD RI, Oesman Sapta, meminta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia jangan sampai hancur. Semangat membangun negara dinilainya harus ditumbuhkan.

Dalam acara Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Gebu Minang periode 2016-2017 dan halal bihalal dengan jajaran Gebu Minang seluruh Indonesia, di Hotel Bidakara hari ini, dia berharap perjuangan pahlawan yang telah membebaskan Indonesia jangan sampai sia-sia. Melalui forum tersebut, pria yang akrab disapa Oso ini meminta masyarakat Minang yang berada di perantauan bisa tetap maju dalam persaingan perdagangan saat merantau.

 

"Semangat juang orang Minang harus dipertahankan, kita lihat banyak orang Minang yang menjadi perantau dan dapat bertahan," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (21/7). Menurut dia, sikap jujur, tekun, dan tangguh menjadi kunci sukses di manapun seseorang berada.

 

Organisasi Gebu Minang bertujuan menghimpun dan membina masyarakat Minang di perantauan. Oso menyebut, Gebu Minang merupakan singkatan dari Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau yang berdiri sejak 24 desember 1989. Gebu Minang diinisiasi oleh Presiden RI Ke-2 Soeharto.

 

Dalam kesempatan tersebut, dia mengucapkan selamat kepada jajaran DPP Gebu Minang yang dilantik sebagai pengurus. "Saya ingin agar pengurus dapat melaksanakan tugas organisasi sebaik baiknya bekerja tanpa pamrih untuk gebu Minang sehingga bisa menjadi salah satu tolok ukur pendongkrak ekonomi ditiap daerah yang di tempat rantauannya," kata dia.

 

Sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gebu Minang, Oso memperoleh gelar Dato Bandaro Sutan Nan Kayo yang merupakan gelar kehormatan. Semangat membangun daerah, kata dia, juga harus dimulai dari diri sendiri. "Sekarang orang Minang sudah mencapai sekitar 17 juta, maka dengan sumbangan Rp 1.000 per orang, maka sudah bisa membangun nagari di Sumatra Barat,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA