Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Warga Sumbar Meninggal Diduga Akibat MERS Corona Virus

Rabu 12 Feb 2020 14:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

The Middle East Respiratory Syndrome (MERS) Corona Virus.

The Middle East Respiratory Syndrome (MERS) Corona Virus.

Foto: Reuters/NIAID
Warga Sumbar meninggal diduga akibat MERS Corona. Korban sempat dirawat di Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG EMPAT -- Seorang warga langgam Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Sukri (55) meninggal dunia diduga akibat penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV). Pasien meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Jambak Pasaman Barat sepulang melaksanakan ibadah umrah.

"Benar, korban meninggal dunia pada Jumat (7/2) lalu setelah sempat menjalani perawatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Jon Hardi di Simpang Empat, Pasaman Barat, Sumbar, Rabu (12/2).

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal akibat penyakit disebabkan virus MERS CoV yang sudah dideritanya sejak melaksanakan umrah.

"Korban sempat dirawat di Arab dan pulang dari Arab pada Kamis (6/2). Kemudian pada Jumat (7/2) pagi dirawat di RSUD Jambak," katanya.

Ia menjelaskan saat dirawat di RSUD, petugas mencoba mengambil cairan dari tenggorokan pasien. Namun, karena alat pelindung diri (APD) khusus untuk mengambil cairan itu tidak ada di RSUD setempat maka didatangkan dari Provinsi Sumbar.

"Saat alat itu mau dikirim ke Pasaman Barat, pasien pada Jumat (7/2) siang sudah meninggal dunia," katanya.

Ia mengatakan pasien mengidap virus MERS CoV dan bukan virus corona baru Covid-19 (Novel Corona). Itu berdasarkan riwayat perjalanan pasien. Pasien pulang dari Arab melaksanakan umrah bukan dari Cina.

"Penyebaran virus MERS CoV ini melalui unta dan pada umumnya virus ini ada di negara-negara Timur Tengah," katanya.

Ia menjelaskan untuk antisipasi penyebaran virus pihak RSUD juga telah menemui dan memeriksa 12 orang lagi yang sama-sama melaksanakan umrah bersama korban. "Dari hasil pemeriksaan, 12 orang itu tidak ada gejala mengidap penyakit MERS CoV. Namun selama 14 hari akan terus dipantau dan diberikan pemeriksaan kesehatan," sebutnya.

Menurutnya virus MERS CoV merupakan virus yang penularannya melalui unta di negara Timur Tengah dan virus ini sangat mudah menular ke manusia. Gejala pasien yang mengidap virus MERS CoVini di antaranya demam tinggi, batuk, sesak nafas dan pilek.

"Kami akan tetap pantau 12 orang lagi yang pulang dari umrah. Kita khawatir ada yang membawa virus MERS CoV ini," sebutnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA