Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Satu Anggota TNI Kembali Gugur di Papua

Selasa 31 Dec 2019 09:48 WIB

Red: Budi Raharjo

Prajurit TNI menyapa warga saat melakukan paroli di Wamena, Papua. (ilustrasi)

Prajurit TNI menyapa warga saat melakukan paroli di Wamena, Papua. (ilustrasi)

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Serangan terhadap pasukan TNI diyakini berasal dari KKB.

REPUBLIKA.CO.ID, KEEROM -- Insiden kontak senjata kembali terjadi antara pasukan TNI dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, Senin (30/12). Kali ini, terjadi di sekitar Kaliasin, Kabupaten Keerom, Papua, teritorial perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. Insiden ini mengakibatkan dua anggota TNI tertembak, satu di antaranya Serda Miftakhur Rohmat meninggal dunia.

"Satu prajurit gugur dan satu lagi luka tembak,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kol Cpl Eko Daryanto saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (30/12). Ia menerangkan, Serda Miftakhur adalah anggota Yon Infanteri 713/ST. Sedangkan yang mengalami luka serius, yakni Prada Juwandy Ramadhan.

Kontak senjata itu berawal ketika Serda Miftakhur yang merupakan Wakil Komandan Pos Logistik TNI di Bewan Baru bersama sembilan rekannya berangkat ke Pos Kaliasin untuk mengambil logistik sekitar pukul 08.00 WITA. Saat rangkaian logistik berada areal jembatan sekitar pukul 10.30 WITA, mereka mendapatkan serangan.

Nyawa Serda Miftakhur tak tertolong karena mendapat luka tembakan. “Ia terkena luka tembak di bahu kiri bagian depan yang tembus ke belakang,” kata Eko. Sedangkan Prada Juwandy terkena tembak di pelipis kanan dan pinggang bagian kiri. “Saat ini, keduanya sudah dievakuasi,” ujar Eko. Jenazah Miftakhur akan langsung diterbangkan ke tanah kelahiran di Gorontalo, Sulawesi

Eko menambahkan, serangan tersebut diyakini berasal dari KKB. Namun, TNI belum memastikan dari KKB mana serangan tersebut berasal. “Belum ada laporan pasti tentang kelompok mana yang melakukan penyerangan,” kata Eko.

Baku tembak antara pasukan TNI dan KKB ini menambah catatan insiden jual beli serangan antara pasukan TNI dengan KKB di Papua dan Papua Barat. Baru-baru ini pun insiden serupa terjadi di wilayah Kabupaten Nduga dan Intan Jaya.

Insiden ini bukan hanya membuat korban nyawa dari pihak TNI maupun KKB, tetapi sejumlah warga sipil juga terkena dampaknya. Di Nduga, perang antara KKB dan TNI yang terjadi sejak 2018, mengakibatkan ratusan warga sipil mengungsi. Inseden terakhir dilaporkan terjadi pekan lalu hingga membuat Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge mundur dari jabatnnya.

TNI ke-12 yang gugur

Dalam laporan akhir Kepolisian Daerah Papua, ada sebanyak 23 kasus berkaitan dengan KKB di wilayah hukum Polres Puncak Jaya, Jayawijaya, Mimika, dan Paniai selama 2019. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, sebanyak 20 orang meninggal, yaitu 10 orang dari pihak TNI/Polri dan 10 orang dari masyarakat sipil.

"Sebanyak 10 aparat keamanan yang meninggal itu, dua di antaranya dari Polri," kata Waterpauw di Jayapura, Sabtu (28/12). Data itu berbeda dengan catatan Republika, yaitu 12 orang dari TNI dan dua orang dari Polri gugur sepanjang 2019. Empat di antaranya gugur pada Desember 2019.

Waterpauw mengatakan, masalah KKB menjadi perhatian Polda Papua karena banyak bermunculan wajah baru, termasuk Egianus Kogoya yang mampu mengorganisasi kelompoknya. Nama Egianus mulai muncul dalam peristiwa pembunuhan puluhan pekerja Jalan Trans Papua pada akhir 2018.

Ia merupakan pimpinan KKSB di Kabupaten Nduga. Waterpauw mengaku, KKSB masih menjadi ancaman ke depan hingga menyebabkan ketakutan bagi masyarakat. n Bambang Noroyonopusat data republika/antara ed: ilham tirta

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA