Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Bersama PUPR, Anies akan Review Semua Tanggul Jebol

Kamis 09 Jan 2020 16:16 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Friska Yolanda

Suasana Tanggul Proyek Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coast yang jebol di Muara Baru, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Suasana Tanggul Proyek Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coast yang jebol di Muara Baru, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Anies menyatakan ada sejumlah tanggul di Jakarta yang sudah rusak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan peninjauan kembali semua bangunan tanggul yang jebol di wilayah DKI Jakarta. Langkah tersebut sebagai upaya antisipasi pencegahan bencana banjir di Jakarta dan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum san Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan peninjauan kembali bangunan tanggul yang rusak dan jebol tersebut sudah ia bicarakan bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR. Diakui dia, Pemprov DKI akan bersama Kementerian PUPR menginventarisir kerusakan tanggul yang ada.

"Jadi saya kemarin ngobrol agak panjang sama Pak Menteri PUPR di kantor beliau. Jadi saya ngobrol di kantornya, kemudian kita akan review sama-sama, cuma sekarang ini kan banyak fokusnya pada penanganan kedaruratan," jelas Anies kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (9/1).

Penanganan kedaruratan tersebut, jelas Anies, seperti beberapa daerah yang jembatannya putus. Karena itu perbaikan tanggul ini akan menjadi agenda penting, setelah fase rehabilitasi.

"Pada fase rehabilitasi, itu semua akan dilakukan. Sekarang sedang menginventarisir apa-apa saja yang perlu penguatan," katanya menambahkan.

Anies tidak membantah ada beberapa tanggul di Jakarta yang sudah rusak harus segera diperbaiki. Namun, menurut dia, yang lebih mengkhawatirkan itu yang mulai retak-retak. Dan pihaknya sudah menemukan di banyak tempat tanggul yang berpotensi retak-retak yang bila ada tekanan air besar, dan ini sangat berisiko.

Kemudian, lanjut dia, ada juga beberapa tanggul-tanggul yang tanah dibawahnya mulai longsor, terkikis dan erosi. "Itu sekarang laporan sudah dari lurah dan camat, itu kita kumpulkan semua," ujarnya. 

Anies menyampaikan soal kondisi tanggul ini bukan untuk membuat khawatir. Namun untuk mengamankan sedini dan sesegera mungkin bisa diperkuat.

"Jadi harapannya bisa mencegah kejadian, daripada sudah jebol, baru diperbaiki," terangnya. Namun Anies enggan merinci tanggul mana saja yang rawan dan perlu diperbaiki segera. Menurutnya setiap potensi itu semuanya rawan dan itu harus ada mitigasi.

"Dampaknya memang bisa beda-beda, ada yang tempatnya tinggi, sampingnya permukiman yang lebih rendah, itu risikonya lebih tinggi. Tapi ada di beberapa tempat," imbuh Anies.

Seperti diketahui beberapa tanggul penahan air banjir sempat rusak dan bahkan roboh. Seperti yang terjadi pada tanggul penahan banjir rob di Muara Baru. Walaupun berada di kawasan utara Jakarta, namun Tanggul Muara Baru merupakan proyek pengerjaan pemerintah pusat. Karena itulah Anies mengaku akan mereview tanggul yang rusak bersama PUPR.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA