Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Banjir Masih Genangi Bekasi, Bogor, dan Jakarta

Senin 06 Jan 2020 18:41 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

Sejumlah guru dan murid SDN 05 beraktivitas saat banjir di daerah Pondok Ungu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/1/2020).

Sejumlah guru dan murid SDN 05 beraktivitas saat banjir di daerah Pondok Ungu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/1/2020).

Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
BNPB mencatat jumlah pengungsi bertambah 917 orang dibandingkan sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski bencana banjir menerjang wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) dan Lebak, Banten lima hari lalu atau 1 Januari 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa wilayah masih digenangi air bah hingga Senin (6/1) sore. Tiga wilayah itu adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Jakarta Barat.

"Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, genangan air masih ada di beberapa wilayah," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin.

Baca Juga

Agus menerangkan ketinggian air di Kabupaten Bekasi masih mencapai 20-30 sentimeter (cm), Kota Bekasi 20-60 cm, Kabupaten Bogor 20-30 cm, dan Jakarta Barat 20-150 cm. Tak hanya itu, BNPB mencatat jumlah pengungsi bertambah.

Jumlah pengungsi kini 36.419 orang atau bertambah 917 orang dari sebelumnya hanya 35.502 jiwa. BNPB mendata titik pengungsian pada beberapa wilayah hingga kini antara lain Kabupaten Bekasi tiga titik, Kota Bekasi 75 titik, Kabupaten Bogor 27 titik, Kota Tangerang Selatan satu titik.

Selain itu, Jakarta Timur satu titik, Jakarta Barat lima titik, Jakarta Selatan satu titik, Jakarta Utara satu titik, Kabupaten Lebak delapan titik dan Kota Depok enam titik. "Masyarakat diiimbau untuk selalu waspada dengan potensi curah hujan tinggi hingga sepekan kedepan," ujarnya.

Kepala BNPB Doni Monardo meminta Pemerintah Daerah (pemda) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus aktif dalam menginformasikan peringatan dini cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA