Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

86 Penerbangan Rute Bali-China Dibatalkan Terkait Corona

Jumat 31 Jan 2020 19:12 WIB

Red: Nora Azizah

Sebanyak 86 penerbangan rute Bali-China dibatalkan sejak 13 Januari 2019 terkait penyebaran virus corona (Foto: suasana bandara Ngurah Rai Bali)

Sebanyak 86 penerbangan rute Bali-China dibatalkan sejak 13 Januari 2019 terkait penyebaran virus corona (Foto: suasana bandara Ngurah Rai Bali)

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Pembatalan rute Bali-China berdampak pada sekitar 12 ribu penumpang.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Sebanyak 86 penerbangan rute Bali-China dibatalkan sejak 13 Januari 2019 terkait penyebaran virus corona. Hal ini berdampak pada sekitar 12 ribu pernumpang yang batal terbang ke China.

"Kalau dari sisi kapasitas jenis pesawat dan juga history mengenai load factor, kami asumsikan sekitar 11 ribu orang hingga 12 ribu penumpang pesawat batal terbang dengan 86 penerbangan yang dibatalkan tersebut," ujar Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim di Mangupura, Jumat (31/1).

Ia mengatakan, berdasarkan catatan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, penumpang rute China memang tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada periode 13-30 Januari tercatat pertumbuhan penumpang hanya mencapai 1,13 persen.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pihaknya menyiapkan flow khusus atau jalur tersendiri bagi para penumpang pesawat yang rutenya khusus dari China. Penumpang rute dari China yang tiba di Bandara Ngurah Rai melalui jalur tersendiri.

"Itu untuk antisipasi atau langkah cepat jika ada penumpang yang sakit dan membutuhkan pemeriksaan lanjutan," ujarnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan satu unit ruang pemeriksaan lanjutan yang berada di kawasan area kedatangan penumpang penerbangan Internasional. Sebelumnya, apabila ada penumpang yang diduga terinfeksi virus corona, pihaknya menyiapkan langkah antisipasi dengan membawa penumpang tersebut ke klinik KKP Kelas I Denpasar yang ada di setelah TPI Imigrasi.

"Namun, sejak Kamis kemarin kami sudah melakukan serah terima ruangan yang telah diutilitisasi oleh pihak KKP yang dapat digunakan sebagai ruangan pemeriksaan lanjutan untuk percepatan secara flow bagi para penumpang yang diindikasikan terjangkit virus corona," kata Arie.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA