Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Empat Pimpinan Parpol Diundang Harlah NU Jatim, PKS Tidak Diundang

Ahad 23 Jan 2011 08:31 WIB

Red: Didi Purwadi

Nahdatul Ulama

Nahdatul Ulama

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengundang empat Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik nasional untuk memeriahkan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-85 NU pada 31 Januari 2011. Ketua panitia Ruhaidi di Surabaya, Ahad (23/1), mengatakan, keempat partai itu adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical), Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali, dan Ketua DPP PDIP Pramono Anung.

"Mereka akan menjadi pembicara seminar tentang politik Islam dan Islam mainstream, karena itu kami juga akan mengundang Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsudin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj," katanya kepada ANTARA.

Didampingi koordinator pelaksana Harlah ke-85 NU di PWNU Jatim HA Wahid Asa, ia mengatakan kegiatan ini diawali pengobatan gratis pada 27-29 Januari pada tiga titik yakni Benowo (RSI As Syifak, Surabaya), Gayungan (RSI Jemursari, Surabaya), dan Gedangan (RSI Siti Hajar, Sidoarjo). "Di Gedung PWNU Jatim sendiri akan ada donor darah pada tanggal yang sama," katanya.

Tapi, katanya, pengurus akan melakukan ziarah ke makam pendiri NU di Jombang pada 29 Januari. Kami akan berziarah ke makam Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari di Pesantren Tebuireng dan KH Wahab Hasbullah di Pesantren Denanyar. Setelah itu juga digelar khataman Al Quran pada Minggu (30/1) pagi hingga siang dan malam harinya menggelar tirakatan PWNU Jatim dengan mengadakan zikir dan istighasah (doa memohon keselamatan) bersama para ulama dan pengurus cabang NU se-Jatim.

"Puncaknya adalah seminar nasional tentang parpol Islam dan Islam mainstream dengan pembicara dari kalangan parpol pada pagi hingga siang harinya dan kalangan tokoh agama pada siang hingga sore harinya, lalu diakhiri dengan resepsi Harlah ke-85 PWNU Jatim pada malam harinya," katanya.

Intinya, katanya, seminar bertajuk "NKRI, Aswaja, dan Masa Depan Islam Politik" itu menyoroti peran parpol Islam moderat yang tidak berperan kuat di parlemen dan mempertanyakan komitmen parpol nasionalis tentang Islam maisntream terkait menguatnya kelompok Islam berbasis radikalisme secara psikis dan fisik.

"Dalam seminar yang dihadiri 500 pengurus cabang NU se-Jatim itu juga akan ada 10 profesor yang akan menyumbangkan makalah dan berkomentar sekitar lima menit," katanya.

Pada siang harinya akan tampil Prof Din Syamsudin, KH Saiq Aqil Siradj, dan pemerhati Islam Yudi Latief, kemudian malam harinya dilanjutkan dengan resepsi Harlah ke-85 NU yang menampilkan pidato dari mantan Ketua Umum PBNU asal Jatim, KHA Hasyim Muzadi.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, Museum NU di Graha Astranawa Jalan Gayungsari, Surabaya yang tidak jauh dari Gedung PWNU Jatim akan menggelar bedah buku untuk memperingati Harlah ke-85 NU pada 30 Januari. "Kami akan menampilkan keturunan Hasan Gipo yang mantan Ketua Umum PBNU periode pertama di masa kepemimpinan Rais Akbar Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari, namun beliau selama ini belum banyak dikenal masyarakat," kata Humas Bedah Buku Harlah ke-85 NU, Erwin.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA