Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

HIJ'D Institute: Hambatan Psikologis Anas Lebih Besar

Kamis 13 May 2010 05:32 WIB

Red: Budi Raharjo

Suhendra Ratu Prawiranegara

Suhendra Ratu Prawiranegara

REPUBLIKA.CO.ID,Jakarta--Kandidat calon ketua umum Partai Demokrat (PD) yang akan bersaing dalam Kongres ke II di Bandung pekan depan, tampaknya telah mengerucut ke figur Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Pengamat politik HIJ'D Institute, Suhendra Ratu Prawiranegara, menilai sikap segan atau pekewuh terhadap senior dalam berpolitik yang dimiliki  Anas lebih besar dibandingkan Andi.

''Andi dan Anas sama-sama memiliki latar belakang, track record, dan pengalaman berpolitik serta berorganisasi yang mumpuni. Namun, rasa pekewuh Anas lebih besar dibadingkan Andi,'' kata Hendra di Jakarta, Rabu (12/5).

Hendra mengungkapkan, Anas yang berlatar belakang mantan ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (PB HMI) mempunyai nilai yang lebih besar karena sudah memiliki jaringan yang luas. Akan tetapi, lanjutnya, Anas mempunyai kendala  pekewuh atau psikologis tatkala berhadapan dengan para politikus senior dari partai pesaing, seperti Akbar Tandjung dan Fuad Bawazier yang berlatar belakang HMI juga.

''Sikap pekewuh dalam relasi berpolitik ini justru akan merepotkan bagi Anas jika nantinya terpilih menjadi ketua Umum Partai Demokrat,'' ujarnya memberikan analisa.

Sementara itu, menurut Hendra, Andi Mallarangeng halangan psikologisnya relatif lebih sedikit. Karena, Andi pernah terlibat dengan partai lain sebelum bergabung dengan Partai Demokrat. Akan tetapi, saat itu Andi justru menunjukkan sikap yang jantan. Andi mengundurkan diri dari partai tersebut, karena tidak sepaham dengan keputusan politik yang dibuat oleh ketua umum partainya dalam memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden.

Terbukti, jelas mantan staf khusus Menteri Pekerjaan Umum ini, di kemudian hari pandangan atau sikap politik Andi yang tepat dan terbukti. Andi mendukung SBY yang kemudian terpilih sebagai Presiden pada pilpres tahun 2004.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA