Kamis 06 Jan 2011 02:04 WIB

Wow.. Rumah Mbah Maridjan Jadi Lokasi Favorit Wisata

Ilustrasi: juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan saat satu hari sebelum letusan Gunung Merapi di rumahnya Desa Kinahrejo, Sleman, Yogyakarta,
Foto: antara
Ilustrasi: juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan saat satu hari sebelum letusan Gunung Merapi di rumahnya Desa Kinahrejo, Sleman, Yogyakarta,

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Lokasi di sekitar rumah juru kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan di Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman yang luluh lantak diterjang awan panas saat ini menjadi tempat favorit para wisatawan yang berkunjung di lokasi bencana ini.

"Hampir setiap hari ratusan wisatawan minta diantar ke lokasi rumah Mbah Maridjan dan sekitarnya, bahkan jika hari libur jumlah wisatawan melonjak sangat tinggi," kata pemandu wisata lokal, Sunardi (40), warga Ngrangkah, Umbulharjo, Cangkringan, Rabu.

Menurut dia, menuju lokasi tersebut medannya saat ini cukup sulit untuk kendaraan bermotor maka warga Kinahrejo dan Ngrangkah serta beberapa warga di Desa Umbulharjo menawarkan jasa ojek.

"Tarif ojek ini cukup Rp 20 ribu sekali jalan, dan wisatawan diantarkan dan dipandu ke seluruh penjuru Ngrangkah dan Kinahrejo sepuasnya, termasuk jika ingin berfoto di lokasi yang menarik juga akan kami tunjukkan," katanya.

Ia mengatakan, jika tidak menggunakan jasa ojek maka wisatawan harus berjalan kaki sejauh sekitar 1,5 kilometer untuk menuju lokasi.

"Warga sengaja melarang kendaraan untuk naik ke Kinahrejo agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, selain itu karena kondisi geografis Kinahrejo saat ini cukup curam dan akses jalannya sempit sehingga tidak mungkin semua kendaraan bisa naik, jadi kendaraan parkir di Ngrangkah kemudian naik ke Kinahrejo dengan jalan kaki atau ngojek," katanya.

Sunardi mengatakan, dalam satu hari satu penarik ojek bisa mengantarkan 10 orang pengunjung.

"Saat ini ada belasan penarik jasa ojek yang siap di portal masuk Kinahrejo yang bekerja secara bergantian. Uang hasil ojek masuk kas desa setelah dipotong sebagian untuk biaya operasional kendaraan dan makan," katanya.

Salah seorang wisatawan, Josep (24) warga Pringgolayan, Kecamatan Banguntapan, Bantul mengatakan dirinya memilih jasa ojek untuk menuju rumah almarhum mbah Maridjan karena sudah tidak mampu jalan jauh dan menanjak.

"Lebih baik naik ojek daripada jalan kaki jauh dan melelahkan, dengan ojek ini ternyata bisa diantar ke mana-mana sesuka saya, selain itu saya juga dipandu sehingga tahu daerah mana yang rawan bahaya longsor," katanya.

sumber : antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement