Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Kemenhut akan Hijaukan Kembali Lereng Merapi

Ahad 19 Des 2010 05:22 WIB

Rep: yulianingsih/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,GUNUNGKIDUL -- Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan, pihaknya telah menganggarkan dana Rp 5 juta/hektar untuk penghijauan kembali dalam rangka rehabilitasi kembali Lereng Gunung Merapi pasca letusan tahun 2010 ini.

Anggaran sebesar itu bukan hanya diberikan untuk penghijauan di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang terkena dampak letusan tetapi juga hutan rakyat di Lereng Merapi yang juga terkena imbas letusan gunung tersebut.

"Rehabilitasi akan segera kita lakukan setelah status Merapi kembali normal. Kita masih menunggu status normal kembali.Selain penghijauan di TNGM kita juga akan bantu masyarakat untuk penghijauan di hutan rakyat sebesar Rp 5 juta/hektar," terangnya saat berkunjung ke hutan pendidikan Universitas Gdjah Mada (UGM), Wanagama di Gunungkidul Yogyakarta, Sabtu (18/12) siang.

Areal TNGM yang rusak akibat letusan Merapi seluas 680 hektar. Karenanya dibutuhkan dana sedikitnya Rp 30 miliar untuk itu. Namun selain areal Taman Nasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah tersebut, areal hutan rakyat di Lereng Merapi juga rusak. Karenanya pihaknya akan memberikan bantuan juga sebesar Rp 5 juta/hektar untuk penghijauan di arela hutan rakyat.

Bahkan kata Zulkifli, pihaknya mengusulkan ke pemerintah daerah agar hutan di Lereng Merapi hingga radius 4-6 kilometer dari puncak masuk juga dalam TNGM dan tidak dijadikan kawasan hunian. Itu dilakukan untuk antisipasi bencana berikutnya.

Mekanisme penghijauan dan kapan dilakukan rehabilitasi hutan di Lereng Merapi tersebut menurut Zulkifli, akan dibicarakan bersama pemerintah kabupaten dan propinsi terkait. Pohon-pohon yang akan ditanam di hutan yang terkena imbas letusan Meraopi tersebut jenis pohon endemik.

Selain mengunjungi Wanagama, Menteri Kehutanan juga mengunjungi dan meresmikan hutan pinggir Pantai Selatan milik UGM sebagai lahan penelitian di wilayah Kebumen. Di pesisir pantai selatan di wialayah Kebumen tersebut, UGM menanam pohon cemara udang di atas tanah pasir yang semua tandus. "Sekarang menjadi hijau. Ini bukti bahwa pemuliaan tanaman dan tehnologi bisa secara signifikan membantu pemulihan alam," terangnya.

Luas hutan cemara udang di pesisir pantai selatan tersebut mencapai 350 hektar. Karena itulah, pihaknya kata Zulkifli akan mengembangkan terobosan yang dilakukan UGM dalam hal penghijauan lahan ini ke seluruh pelosok Indonesia. Diakuinya, tahun 2011 mendatang pihaknya mentargetkan rehabilitasi lahan hutan seluas 500 ribu hektar baik itu hutan tanaman industri maupun di pantai.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA