Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Harga Kebutuhan Pokok di Indramayu Naik

Selasa 16 Nov 2010 03:27 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Budi Raharjo

Ilustrasi

Ilustrasi

Foto: Darmawan/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU--Kesulitan ekonomi terus menghimpit rakyat miskin. Salah satunya terlihat dari tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar. Bahkan, sejumlah komoditas malah mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan Republika di Pasar Baru Indramayu, Senin (15/11), tingginya harga terjadi pada semua bahan kebutuhan pokok. Seperti misalnya beras, untuk kualitas I harganya mencapai Rp 6.800 per kilogram. Sedangkan beras kualitas II dan III, masing-masing sebesar Rp 6.600 dan Rp 6.400 per kilogram.

Selain beras, harga kebutuhan pokok lain yang mengalami kenaikan adalah sayur-sayuran. Untuk bawang merah, harganya naik dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 16.000. Cabe rawit naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram, dan cabe merah dari Rp 11.000  menjadi Rp 14.000 per kilogram.

Selain itu, sayuran lain yang harganya juga naik adalah tomat dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram, dan kentang dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan untuk daging sapi, harganya kini mencapai Rp 70.000 per kilogram. Besaran harga daging sapi itu belum berubah sejak naik saat menjelang lebaran Idul Fitri lalu.

Seperti halnya daging sapi, harga daging ayam pun tetap tinggi, yakni Rp 25 ribu per kilogram. Untuk telur ayam, naik dari harga Rp 13.500 menjadi Rp 14.000 per kilogram. Sementara daging kambing, harganya sebesar Rp 68 ribu per kilogram.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Baru Indramayu, Emih, naiknya harga sayuran itu memang dipengaruhi semakin dekatnya lebaran Idul Adha. Hal itu, memang sudah biasa terjadi seperti halnya ketika menjelang lebaran Idul Fitri. ‘’Saat menjelang lebaran, permintaan masyarakat lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa,’’ tutur Emih.

Namun, Emih menambahkan, faktor utama yang menyebabkan naiknya harga sayuran adalah mulainya kembali musim hujan. Akibatnya, pasokan sayuran dari petani menjadi berkurang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA