Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Sepuluh Formasi CPNS di Yogyakarta tak Ada yang Melamar

Rabu 01 Dec 2010 02:49 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Budi Raharjo

Ilustrasi

Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Sebanyak 10 formasi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Provinsi DIY terjadi kekosongan dan tidak ada pelamar yang memenuhi syarat.

Padahal pendaftaran sudah ditutup tanggal 29 November dan kesepuluh formasi itu tidak bisa dialokasikan untuk penerimaan CPNS tahun depan, kata Koordinator Penerimaan Berkas CPNS Badan Kepegawaian Provinsi DIY, Heru Purnama, pada Republika, Selasa (30/11).

Kesepuluh jumlah formasi tersebut adalah: Dokter Spesialis Penyakit Paru sebanyak satu orang yang dibutuhkan, Dokter Spesialis Penyakit Dalam (satu orang), entomolog kesehatan (satu orang), analis kesehatan masyarakat bidang pembinaan penyehatan (satu orang), pelatih tenis meja (satu orang), pelatih balap motor (dua orang), pelatih  volley pantai (satu orang), pelatih volley (satu orang), dan pelatih wushu (satu orang).

Persyaratan untuk dokter spesialis antara lain: Indeks Prestasi minimal tiga, sedangkan pesyaratan untuk pelatih olahraga minimal pernah meraih kejuaraan tingkat nasional (PON) sebagai juara satu, atau kejuaraan Sea Games juara II, sedangkan kalau juara dunia minimal juara III. ''Sebetulnya untuk tenaga pelatih olahraga ini pendidikan minimal bisa SLTA tetapi harus pernah menjadi juara,'' kata dia. Dikatakan Heru, jumlah formasi yang dibuka dalam penerimaan CPNS di provinsi DIY sebanyak 272.

Selanjutnya, Kepala Badan Kepegawaian Provinsi DIY Sudibyo juga mengakui adanya kekosongan (tidak ada pelamar) untuk lowongan CPNS dua dokter spesialis di pemprov DIY. ''Dokter spesialis di Pemprov DIY tidak diminati barangkali mereka tidak mau menjadi CPNS karena gajinya kecil,'' tutur dia.

Rencananya untuk dokter spesialis akan ditempatkan di rumah sakit milik pemerintah provinsi DIY yaitu di RS Grhasia dan Balai Pengobatan Penyakit Paru.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA