Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Ribuan Pelamar CPNS Berdesakan di Kantor Pos Malang

Sabtu 20 Nov 2010 03:39 WIB

Rep: Asan Haji/ Red: Budi Raharjo

PNS, ilustrasi

PNS, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG--Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) ternyata masih menjadi idola hampir semua masyarakat. Itu tercermin saat pendaftaran perdana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dilaksanakan Jum’at (19/11). 

Hampir semua kantor pos, seperti Kantor Pos Besar Malang, jadi jujukan ribuan pendaftaran CPNS. Mereka berjubel untuk mendapatkan kartu formulir pendaftaran, sekaligus mengirimkan berkas-berkas lamaran tersebut melalui Kantor Pos. 

Untuk wilayah Malang Raya (Kota Malang, Batu, dan Kabupaten Malang) formulir pendaftaran tersebut disediakan sebanyak 27.500 eksemplar. Formulir sebanyak itu terbagi sesuai dengan yang disediakan masing-masing pemerintah daerah (Pemda).

Pemda Kota Malang menyediakan formulir sebanyak 10 ribu eksemplar. Pemda Kabupaten Malang juga menyiapkan sebanyak 10 ribu eksemplar. Sedangkan  Pemda Kota Batu menyedakan sebanyak 7.500 eksemplar.

Formulir pendaftaran itu bisa diambil di kantor Pos secara gratis, tanpa dipungut biaya. Peserta hanya dibebani biaya pengiriman dan pengembalian hasil pengumuman tes yang besarnya Rp 16.500.

‘’Pengambilan formulir pendaftaran itu mulai 19-24 Nopember 2010. Setelah itu, tanggal 25 Nopember 2010 sampai 3 Desember 2010 merupakan masa pengembalian formulir dan berkas lamaran,’’ kata Kepaa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang, Wahyu Snatoso.

Menurut dia, sesuai dengan tahapan dan jadwal, untuk wilayah Jawa Timur dilaksanakan secara serentak. Termasuk di Malang Raya ini. ‘’Formaulir yang kami sediakan khusus untuk wilayah Kota Malang saja sebanyak 10 eksemplar,’’ katanya.

Dia menjelaskan bahwa formulir pendaftaran tersebut bisa diambil di kantor pos secara gratis. Peserta tidak dipungut biaya untuk mendapatkan formulir pendaftaran CPNS 2010 itu. Karena itu,  dia mengimbau agar peserta tes CPNS nanti tidak mudah percaya pada siapa pun yang menjanjikan untuk membantu meloloskan dengan meminta imbalan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA