Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Biaya Sekolah Siswa SD dan SMP Solo Digratiskan

Kamis 11 Mar 2010 06:58 WIB

Red: Budi Raharjo

SOLO--Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mengratiskan biaya sekolah Siswa SD dan SMP melalui program Layanan Pendidikan Masyarakat Solo (LPMS). Layanan ini akan membebaskan iuran bulanan dan biaya operasional sekolah baik negeri atau swasta bagi siswa SD dan SMP pemegang kartu LPMS.

Demikian diutarakan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), di Balaikota Solo seusai rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT), Rabu (10/3). ''Untuk siswa SD dan SMP baik negeri maupun swasta, untuk yang mampu atau tidak mampu, bebas biaya operasional. Bagi warga Solo yang anaknya sekolah di luar kota juga akan digratiskan karena prinsipnya berdasarkan domisili Solo,'' ujarnya.

Untuk teknis pelayanan, Jokowi mengatakan, akan digunakan sistem kartu LPMS. Prinsip layanan kartu ini mirip dengan kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS). Menurutnya, Pemkot akan menerapkan tiga jenis kartu, yakni platinum, gold, dan silver.

Kartu platinum diberikan kepada warga Solo yang anaknya bersekolah di sekolah plus, yakni sekolah gratis dari program pendidikan di Solo. Terdapat lima SD, dua SMP, dan satu SMK di Solo yang menjadi sekolah plus. Anak didik ini nantinya bebas dari biaya iuran bulanan (biaya operasional sekolah), biaya sekolah pribadi seperti tas, sepatu, dan buku, juga bebas uang gedung.

Sementara kartu gold diberikan kepada warga miskin. Mereka akan dibebaskan dari biaya operasional sekolah siswa SD dan SMP baik negeri atau swasta. Sementara, kartu silver untuk warga mampu. Nantinya, mereka dilayani seperti pemegang kartu gold.

Pembebasan biaya sekolah tersebut untuk sementara belum dikenakan bagi siswa SMA dan SMK. Namun, siswa SMA dan SMP akan disubsidi sebesar 50 persen dari unit cost yang telah ditetapkan. Hal ini lantaran, menurut Jokowi, alokasi anggaran pendidikan dalam APBN tahun ini hanya sebesar Rp 23 Miliar. Namun, rencananya Pemkot akan mengajukan anggaran pendidikan sampai Rp 38 milyar pada 2011. Nantinya diharapkan biaya operasional sekolah SMP dan SMK bisa dibebaskan dengan anggaran tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA