Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Kedubes AS di Timtim dan di Jakarta Beda Pendapat Soal Sjafrie Sjamsoeddin

Jumat 11 Mar 2011 22:29 WIB

Red: Stevy Maradona

Logo Kedubes AS di Jakarta di Facebook

Logo Kedubes AS di Jakarta di Facebook

Foto: Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY--Harian The Age dan Sydney Morning Herald kembali mengeluarkan kawat bocoran Kedubes AS di Jakarta yang mereka dapat dari WikiLeaks. Kali ini informasi yang disebar terkait Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Menurut kawat Kedubes itu, Washington tidak senang dengan Sjafrie karena ia dituding terlibat kejahatan perang di Timor Timur. "Sjafrie bertanggungjawab dalam pembantaian Santa Cruz yang menewaskan 250 warga Timtim prokemerdekaan pada 12 November 1991," demikian WikiLeaks.

Juga, Washington menuduh Sjafrie bertanggungjawab dalam merebaknya kekerasan yang dilakukan militer Indonesia di Dili sesudah referendum Timtim 30 Agustus 1999.

Menurut kawat itu, Sjafrie sudah menjelaskan inti masalahnya ke Kedubes AS. Bahwa ia tidak terkait dengan peristiwa Santa Cruz. "Saya malah menyelamatkan para jurnalis dari  militer Indonesia yang marah gara-gara dituduh sebagai intel," kata Sjafrie dalam kawat itu.

Sjafrie juga menegaskan, namanya sudah dibersihkan oleh Komnas HAM terkait peristiwa kekerasan pascareferendum Timtim. Penjelasan ini sebenarnya diterima oleh Kedubes AS di Indonesia. Kedubes AS menyatakan ke Washington bahwa bukti-bukti yang mengarahkan Sjafrie melanggar HAM tidak cukup untuk membuatnya tidak mendapat visa.

Tapi pernyataan ini dikritik keras oleh Kedubes AS di Dili, Timtim. Kedubes AS di Timtim tetap percaya bahwa Sjafrie bertanggungjawab atas sejumlah kejahatan perang di sana. "Sjafrie memegang posisi senior yang bertanggungjawab pada 1991 dan 1999. Ketika kekerasan muncul dan ada indikasi kuat memang dia bersalah secara personal."

sumber : the Age/SMH
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA