Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Di Muntilan, "Thathit" Terus Menyambar-nyambar Sejak Dini Hari

Jumat 05 November 2010 19:06 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Debu vulkanik Merapi

Debu vulkanik Merapi

Foto: Edwin/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG--Hujan abu vulkanik dari puncak Gunung Merapi terus mengguyur Kota Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan sekitarnya sejak Kamis (4/11) malam hingga Jumat pagi. Timbunan abu vulkanik di berbagai tempat di Kota Muntilan sejak terjadi erupsi Merapi pertama Selasa (26/11) petang hingga saat ini semakin tebal.

Banyak pohon di Kota Muntilan yang patah dahannya dan beberapa tumbang terutama pohon di taman rumah warga karena terus menerus tertimpa abu vulkanik. Mobil dan sepeda motor milik warga yang diparkir di tempat terbuka di kota terbesar di Kabupaten Magelang tertimpa abu. "Hujan abu cukup deras turun sejak semalam (4/11), hingga pagi (5/11) ini masih terjadi," kata seorang warga pengungsi Merapi, Suyud, di salah satu penampungan di Muntilan.

Gemuruh gunung berapi di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta itu juga masih terdengar. Suara gemuruh intensif guguran lava pijar disertaI hujan abu terdengar sejak Kamis (4/11) pertengahan malam hingga Jumat dini hari.

Jalur utama Yogyakarta-Magelang di Kota Muntilan tertutup abu, sedangkan toko-toko dan pasar setempat belum buka sejak terjadi letusan susulan cukup besar pada Rabu (3/11) sore yang disertai hujan abu cukup deras.

Warga Muntilan pada Jumat dini hari melihat kilat atau yang disebut mereka sebagai "thathit" terus menerus di langit di atas kota itu. "Terus menerus  thathit menyambar-nyambar di atas wilayah ini," kata seorang warga setempat Sutikno.

Relokasi pengungsi dari sejumlah tempat di kawasan Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, sekitar 20 kilometer barat puncak Merapi ke berbagai tempat di Muntilan hingga saat ini masih terjadi.

Sumber : Ant
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA