Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Bentrok Massa Terjadi di Mana-mana, Polri Dinilai Lalai Jalankan Tugas

Kamis 30 September 2010 22:30 WIB

Rep: Antara/ Red: Budi Raharjo

Polisi bersiaga di depan PN Jaksel setelah pecah bentrok massa

Polisi bersiaga di depan PN Jaksel setelah pecah bentrok massa

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Ketua DPR, Anis Matta, menilai terjadinya bentrokan di beberapa wilayah seperti di Tarakan dan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena Polri disibukkan dengan urusan internal mereka sehingga lalai melakukan tugasnya.

"Ada masalah internal di Kepolisian yakni adanya pemilihan Kapolri dan itu membuat mereka lalai dalam menjalankan tugasnya," kata Anis di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/9).

Karena sibuk dengan urusan internal mereka, nyawa masyarakat tak berdosa menjadi korban.

Ia juga mempertanyakan nyawa masyarakat yang mudah hilang akibat kelalaian Polri.

Dirinya menyoroti kinerja polisi sebab kelompok yang melakukan kekerasan ini sebenarnya sudah teridentifikasi oleh polisi tapi terkesan ada pembiaran. "Untuk menuntaskan itu bukan hal yang berat bagi polisi karena polisi sudah mengetahui kelompok-kelompok tersebut," kata Anis.

Ia mengatakan, Kapolri hingga kesatuan yang paling rendah di jajaran Polri harus bertanggung jawab atas hilangnya nyawa masyarakat tersebut. "Tapi selalu Polisi selalu menyalahkan masyarakat," kata dia.

Dia juga meminta agar mempercepat pemilihan Kapolri agar Kapolri baru bisa menyelesaikan persoalan internal mereka dan menyelesaikan bentrokan-bentrokan. "Percepat pemilihan Kapolri, tugas utama lakukan konsolidasi internal, dan kasus-kasus yang ada pasti selesai," katanya.

Ia juga menyayang sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hanya bisa meminta dan menghimbau terkait kejadian dan bentrokan di beberapa wilayah di tanah air. "Sekarang bukan zamannya lagi untuk meminta, menghimbau, tapi presiden punya tool untuk memerintah, bahkan turun langsung menindak," ujar Sekjen PKS itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA