Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Panser APS-2 Buatan Pindad Siap Melaju

Kamis 14 Jan 2010 04:22 WIB

Red: irf

BANDUNG--Kemandirian teknologi hankam menjadi perhatian serius Menristek, Suharna Surapranata. Dia pun berjanji untuk sepenuhnya mendukung kemandirian pengembangan teknologi pertahanan dan keamanan yang sudah dilakukan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia seperti BPPT, LAPAN, BATAN, Litbang Hankam, Litbang TNI AD, Litbang TNI AL, TNI AU dan Polri.

Saat ini, kata dia, kemampuan para peneliti dan perekayasa Indonesia dalam merancangbangun peralatan kendaraan tempur sudah bisa diperhitungkan. Salah satu hasil karya mereka yang kini bisa dinikmati, menurut Suharna, adalah Panser APS-2 yang diserahterimakan hari ini (13/1) di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat.

Acara serah terima dari PT Pindad kepada Departemen Pertahanan dan Keamanan dilakukan Dirut PT Pindad Adik Avianto kepada Menhankam Purnomo Yusgiantoro dan disaksikan Menristek Suharna Surapranata serta Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Menurut Menristek, Panser APS-2 buatan PT Pindad tersebut merupakan kelanjutan dari hasil pengembangan prototipe kendaraan APS (Angkut Personel Sedang) penggerak roda 4x4 yang dijalankan BPPT dan Pindad. Hasil pengembangan dan penyempurnaan tersebut menghasilkan APS-2 dengan penggerak roda 6x6.

Panser produksi Pindad ini memiliki berat kendaraan maksimal 12 ton dengan badan terbuat dari monocoque plat tahan peluru setebal 8 mm sampai 10 mm. Meski berbobot cukup berat, panser tersebut bisa melaju 90km/jam, radius putar 10 meter, dengan daya tanjak 31 derajat.

Kendaraan tempur ini juga dilengkapi peralatan khusus seperti sarana penglihatan malam dan Winch 6 ton. Untuk alat komunikasi terdapat intercom set plus VHF/FM (anti jamming dan hopping) serta GPS. Panser yang berfungsi sebagai angkutan personel itu mampu mengangkut 15 prajurit dan dilengkapi delapan kaca intai serta lubang tembak dengan dua set tabung pelontar granat asap.

Lebih lanjut Suharna menjelaskan, kemampuan peneliti dan perekayasa Indonesia dalam mengembangkan teknologi hankam semakin hari semakin baik. Buktinya, kata dia, Pindad telah menorehkan sejarah sebagai produsen panser terbaik di kawasan ASEAN. Tak hanya itu, kerja sama yang dilakukan para peneliti dan perekayasa Indonesia di berbagai lembaga penelitian dan pengembangan telah merintis dan membuat berbagai perangkat tempur berkualitas bagus.

Dia kemudian menunjuk alat komunikasi tempur HF/VHF hasil rekayasa PT LEN dan Kementerian Riset dan Teknologi sejak 2002. Alat ini, ungkap Suharna, memiliki kemampuan anti sadap dan jamming serta kemampuan mengacak frekuensi sehingga tak dapat diketahui musuh. Kemudian, AVL (Automatic Vehicle Locator) atau alat untuk memantau posisi kendaraan militer (kapal perang atau kendaraan tempur) yang merupakan hasil kerja sama Dislitbang TNI AD dan Kementerian Riset dan Teknologi (KRT).

"Kita punya perangkat Ground System Portable (GSP) yang mampu memantau roket di darat hasil kerjasama KRT dan LAPAN," tutur dia. Hasil karya para peneliti lain yang juga masih dalam taraf pengembangan, lanjut Suharna, adalah Radar Pengawas Pantai produksi LIPI dengan daya jangkau 64 km, senjata peluru karet kaliber khusus dan Granat Gas Air Mata (POLRI, KRT, PT PINDAD), Teropong Bidik Senapan Siang/Malam (LIPI), Kapal Patroli Cepat (BPPT dan PT PAL), Robot Penjinak Bom (LIPI) dan pengembangan peralatan Deteksi Bahan Nuklir (BATAN).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB