Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Denny JA Dapat Penghargaan "PWI Jaya Award 2009"

Rabu 15 Jul 2009 06:03 WIB

Red:

JAKARTA -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Raya (Jaya), Selasa, memberikan penghargaan "PWI Jaya Award 2009" kepada Denny JA, direktur eksekutif Lembaga Studi Demokrasi (LSD) sebagai "Newsmaker of The election 2009" atau orang yang banyak membuat dan diberitakan media massa selama pemilihan presiden (Pilpres) 2009.

PWI Jaya Award 2009 berupa tropy dan piagam penghargaan itu diserahkan Ketua PWI Jaya H Kamsul Hasan dan diterima Denny JA yang dihadiri Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat H Sofyan Lubis, disaksikan ratusan undangan dan dimeriahkan oleh Pelawak Reza dan Farid, serta Indro Warkop sebagai pembawa acara.

Kamsul Hasan dalam sambutannya mengatakan, PWI Jaya Award 2009 diberikan kepada Denny JA selaku pribadi dan sebagai pimpinan LSD yang dinilai berjasa sebagai penggagas berita telah membuat gagasan dan gerakan pilpres satu putaran sehingga menjadi isu pemberitaan yang mencuat selama Pilpres 2009 mengalahkan isu berita laianya seperti daftar pemilih tetap (DPT).

 

Sementara itu, Denny JA dalam sambutannya menyatakan terimakasih atas pemberian penghargaan PWI Jaya sebagai "Newsmaker of The Election 2009" yang bukan hanya penghargaan sebagai individu tetapi bagi inisiatif seseorang untuk juga berperan dalam pilpres.

"Saya pribadi juga agak terkejut melihat begitu besar debat publik dan kontroversi yang dibawa oleh gerakan satu putaran yang saya pimpin," katanya. 

Menurut Denny, gerakan pilpres satu putaran didasarkan pada tiga varibel, yaitu gerakan masyarakat tersebut berlandaskan hasil riset tentang perilaku politik yang sebagian besar pemilih mengingingkan pilpres satu putaran atau dominan memilih capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Gerakan pilpres satu putaran juga didasarkan atas keinginan alam bawah sadar pada capres, seperti capres SBY terlihat senang sekali jika menang dalam satu putaran, sedang alam bawah sadar capres Mega dan capres JK juga nampak sangat berharap bisa dua putaran, katanya.

"Pertentangan alam bawah sadar inilah yang sebenarnya menjadi drive utama, penggerak dahsyat kotroversi satu putaran saja," ujar Denny.

Selain itu, gerakan pilpres satu putaran juga didasarkan alasan ekonomis yang diterima mayoritas pemilih yaitu menghemat biaya triliunan rupiah, mempercepat terbentuknya pemerintahan yang kuat yang didukung mayoritas rakyat pemilih dan parlemen. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi krisis ekonomi saat ini, demikian Denny JA. ant/ahi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA