Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Kasus Gagal Ginjal di Indonesia Tinggi

Jumat 19 Dec 2008 07:19 WIB

Red:

SUKABUMI  -- Kasus gagal ginjal di Indonesia setiap tahun masih terbilang tinggi, pasalnya masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak menjaga pola makan dan kesehatan tubuhnya."Meski belum dilakukan survei secara nasional, tetapi berdasarkan perbandingan data dengan negara lain kasus gagal ginjal di Indonesia tinggi. Di negara Amerika Serikat saja perbandingannya untuk klasifikasi orang dewasa dari sepuluh orang satu diantaranya terkena gagal ginjal," kata Konsultan Ginjal dan Hipertensi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, (Unair) Surabaya dan RSU Dr Sutomo, Dr Djoko Santoso Sp PD-KGH, PhD.

Djoko mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela Seminar Kesehatan di Hotel Tamansari, Kota Sukabumi, Kamis.

Menurut dia, kasus gagal ginjal di Indonesia bisa terus meningkat, apalagi banyak orang Indonesia yang tidak bisa menjaga pola makan dan menjaga kesehatannya.

Ia mengatakan, tingginya kasus gagal ginjal berpotensi pada tingginya kasus kematian. Dalam satu tahun proses cuci darah, hanya 70 dari 100 pasien yang berobat ke satu dokter yang masih bertahan."Penyebab kematian biasanya karena gagal ginjalnya tidak dapat ditanggulangi dan ditambah dengan serangan jantung, stroke dan sesak napas," jelas Djoko.

Djoko menyebutkan, penanganan terhadap pasien gagal ginjal saat ini terkendala dengan tingginya biaya pengobatan yang mencapai Rp3 juta per bulan. "Ini menjadi dilema tersendiri bagi petugas kesehatan dan pemerintah serta keluarga pasien untuk membantu biaya pengobatan," ujarnya.

Selain itu, masih sedikitnya ahli penyakit gagal ginjal menjadi tantangan dalam menangani pasien gagal ginjal di Indonesia, karena saat ini dokter spesialis ahli gagal ginjal masih tercatat kurang dari 80 orang."Ironisnya, kebanyakan dokter tersebut hanya tersebar di kota-kota besar saja yang terdapat Fakultas Kedokterannya. Jika tidak ada FK-nya, maka tidak ada ahli gagal ginjal sehingga harus dirujuk ke rumah sakit daerah lain," papar Djoko seraya mengatakan kebanyakan penderita gagal ginjal berasal dari golongan ekonomi lemah.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi meningkatnya penderita gagal ginjal perlu adanya sosialisasi pencegahan gagal ginjal, karena ini merupakan pilihan terbaik dibandingkan harus mengeluarkan biaya yang rekatif besar untuk mengobati penyakit gagal ginjal."Sosialisasi ini tidak hanya dari tim medis saja, tapi pemerintah juga ikut berperan dalam menanggulangi penyakit gagal ginjal," katanya.ant/kp

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA