Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Rachmat Yasin Bupati Bogor 2008-2013

Ahad 07 Dec 2008 05:19 WIB

Red:

CIBINONG -- Pasangan Rachmat Yasin - Karyawan Fathurrachman (Rachman) ditetapkan KPU Kabupaten Bogor sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih periode 2008-2013.

Pada rapat pleno penghitungan suara dan penetapan Bupati Bogor terpilih yang diselenggarakan KPU Kabupaten Bogor, di gedung Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu, pasangan Rachman meraih 990.351 suara (63,48 persen) dari 1.560.069 pemilih yang suaranya sah.

Sedangkan, saingannya pasangan Fitri Putra Nugraha alias Nungki - Endang Kosasih (Nusae) meraih 569.718 suara (36,52 persen).

Usai rapat pleno penghitungan suara, KPU melanjutkan dengan rapat pleno penetapan pasangan Bupati Bogor terpilih dengan menetapkan pasangan Rachmat Yasin - Karyawan Fathurrachman sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih periode 2008-2013.

Ketua KPU Kabupaten Bogor, Muhammad Aan Hanafiah mengatakan, hasil penetapan rapat pleno tersebut, akan segera diserahkan ke pimpinan DPRD Kabupaten Bogor, untuk ditindaklanjuti.

"Karena hari ini, besok, dan Senin libur, hasil penetapan ini akan kami serahkan ke pimpinan DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (9/12)," kata Aan.

Proses penghitungan suara Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor putaran kedua, berlangsung lancar dan kondusif. Sebanyak 40 orang ketua panitia pemilihan kecamatan (PPK) menyampaikan hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan secara bergiliran, yang memakan waktu sekitar dua jam, pada pukul 10.00 hingga 12.00.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, pasangan Rachman meraih 990.351 suara (63,48 persen), sedangkan pasangan Nusae meraih 569.718 suara (36,52 persen). Kemudian, suara rusak sebanyak 74.578 suara.

Dengan hasil perolehan tersebut, dari 2.810.462 pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), suara golput sebanyak 1.250.393 suara (44,49 persen). Ditambah dengan suara rusak sebanyak 74.578 menjadi 1.324.971 suara (47,14 persen).

Usai penghitungan suara, saksi pasangan Nusae, Arifuddin mempersoalkan jumlah DPT yang dinilainya tidak sama dengan DPT yang dikeluarkan PPK.

Dijelaskan Anggota KPU, Romli Eko Wahyudi, yang berhak mengeluarkan DPT adalah KPU setelah dilakukan verifikasi daftar pemilih yang didata oleh petugas pendataan di tingkat RT dan RW.

"Data yang ada di tingkat kecamatan, belum diverifikasi oleh KPU. Kalau ada perbedaan sedikit, itu disebabkan adanya perubahan data penduduk yang disebabkan, ada penduduk yang meninggal dunia, pindah alamat keluar Kabupaten Bogor, dan baru berusia 17 tahun," katanya.

Ketua KPU Kabupaten Bogor, Aan Hanafiah mengatakan, jika saksi pasangan Nusae merasa keberatan, dipersilakan mengisi formulir keberatan.

Namun, saksi tersebut tidak bersedia mengisi formulir yang disebutkan Ketua KPU. Ia juga tidak bersedia menandatangani berita acara dan memilih meninggalkan ruangan.

Eko Wahyudi mengatakan, jika saksi pasangan Nusae tidak bersedia mengisi formulir keberatan, kami nilai dia tidak mengajukan keberatan. Soal dia tidak mau menandatangani berita acara penghitungan, katanya, akan tetap sah. Karena yang ditanyakan, bukan mekanisme penghitungan suara, tapi DPT yang sudah disahkan jauh hari sebelumnya. - ant/ah

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES