Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Presiden: Indonesia Rumah Bagi Semua Kalangan

Ahad 30 Nov 2008 16:43 WIB

Red:

JAKARTA -- Keragaman peradaban, agama, dan budaya yang hidup di Indonesia diharapkan senantiasa dapat hidup berdampingan. Indonesia diharapkan menjadi rumah besar yang damai dan teduh bagi semua kalangan.

Harapan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika bersilaturahim dengan Forum Silaturahim Keraton se-Nusantara (FSKN) di Istana Negara, Sabtu (29/11) malam. Ia menyampaikan harapan ini melihat pada kenyataan sejarah bangsa Indonesia yang sejak zaman dahulu mampu menerima kedatangan berbagai macam peradaban dunia mulai dari Hindu, Islam, hingga Eropa.

''Saya mengharapkan Indonesia tetap menjadi rumah yang teduh. Semua hidup berdampingan, rukun satu sama lain. Kami yakin Indonesia bisa menjadi rumah yang besar dan rukun,'' ujarnya tatkala mengawali sambutannya.

Presiden SBY memandang FSKN sebagai wadah untuk mempertahankan dan mengembangkan budaya, kesejarahan, dan warisan bangsa. Semua keragaman yang dimiliki bangsa ini dinilainya sebagai bentuk dari kebesaraan negara. ''Jangan direduksi menjadi urusan politik dan administrasi,'' pintanya.

FSKN merupakan wadah bagi kerajaan, keraton, kesultanan, maupun lembaga sejenis lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak dua tahun dibentuk, FSKN telah memiliki anggota sebanyak 118 keraton. Di antara yang hadir dalam silaturahim itu adalah Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan dari Puri Agung Denpasar yang juga Ketua Umum FSKN, KPH Gunarso G Kusumadiningrat dari Keraton Surakarta, dan Datuk Adil Freddy Haberham dari Kesultanan Deli.

FSKN sebenarnya juga mengundang Sultan Hamengkubuwono X untuk ikut bersilaturahim dengan Presiden SBY. Namun Raja Jawa itu tidak bisa memenuhi undangan itu. Keraton Jogja pun sampai saat ini belum ikut serta sebagai anggota FSKN.

Dalam sambutannya, Presiden SBY juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang maju dan sejahtera di abad 21 kini. Dengan catatan, semua elemen mampu meningkatkan daya saing dan keunggulan sebagai bangsa. Semua pihak harus mampu meningkatkan kemandirian dan daya kelola terhadap sumber daya yang dimilikinya. ''Asal kita terus mengembangkan peradaban yang luhur,'' imbuhnya.

Presiden minta agar bangsa ini bisa lebih bersatu dan bekerja keras untuk mencapai tujuan menjadi bangsa yang maju itu. Ia mengimbau agar semua kalangan mengutamakan peradaban bangsa, menjaga nilai-nilai, cara pandang dan kebersamaan. Bangsa ini juga harus mampu menjaga toleransi, harmonis, dan kerja keras. ''mari kita pahami dan membangun peradaban bangsa yang mulia,'' serunya.

Malam itu, Presiden bersilaturahim dengan didampingi Ibu Negara. Duduk disamping Presiden, tampak Menko Kesra Aburizal Bakrie, Meneg Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wajik, serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Sementara, para perwakilah anggota FSKN mengenakan pakaian adat dari asalnya masing-masing. - djo/ah

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA