Jumat, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 Januari 2019

Jumat, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 Januari 2019

Meski Telah Dikaji Ulang, Snicker dan M&M Tetap Dimusnahkan

Selasa 28 Okt 2008 06:54 WIB

Red:

JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tetap akan memusnahkan biskuit Snickers dan cokelat M&M's meski menurut hasil pemeriksaan ulang Snickers tidak mengandung melamin dan kandungan melamin M&M's dibawah ambang batas toleransi.

"Memang sudah ada klarifikasi ulang dan hasilnya menunjukkan kandungan melaminnya sedikit. Tapi menurut SOP, kalau satu merek sudah dinyatakan mengandung melamin maka harus langsung ditarik dan dimusnahkan," kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Senin.

Hal itu, menurut Rubianan , dilakukan untuk memastikan bahwa produk makanan yang beredar di pasaran adalah yang aman dikonsumsi.

"Supaya masyarakat yakin bahwa produk yang beredar di pasaran setelah itu aman dikonsumsi. Ini juga bagus untuk perusahaan yang bersangkutan karena dengan demikian masyarakat yakin bahwa produk mereka yang ada di pasaran adalah yang aman dikonsumsi," katanya.

Namun demikian hingga kini pemerintah belum menetapkan kapan semua produk susu bermelamin asal China, termasuk kedua merek tersebut, akan dimusnahkan.

Pemusnahan 478.265 bungkus produk susu dan hasil olahan susu bermelamin asal China yang ditemukan di wilayah DKI Jakarta sejak September-Oktober 2008 yang sebelumnya akan dilakukan pada Senin (27/10) pagi juga ditunda.

"Pagi ini sebetulnya akan dilakukan pemusnahan tapi karena beberapa pertimbangan tidak bisa disiarkan karena tidak diizinkan...Alasannya tidak bisa saya katakan. Tapi dijamin ini akan dimusnahkan," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Pemeriksaan ulang

Sementara produsen coklat dengan nama dagang Snickers ? dan M&M's , PT. Mars Symbioscience Indonesia, menyatakan bahwa semua produk mereka adalah aman dikonsumsi.

Dalam siaran pers PT.Mars Symbioscience Indonesia yang diterima ANTARA Jakarta, Direktur Utama PT Mars Symbiocscience Indonesia Noel Janetski mengatakan pihaknya bersama dengan BPOM telah melakukan pemeriksaan ulang terhadap produk tersebut.

Menurut dia, pemeriksaan ulang bersama tersebut selesai akhir pekan lalu dan hasilnya menunjukkan bahwa biskuit Snickers tidak mengandung melamin sedangkan M&M's mengandung melamin namun masih dibawah ambang batas toleransi.

Laboratorium independen di Australia telah memeriksa beberapa sampel coklat M&M's serta Snickers ang diambil dari pasaran yang berada di bawah pengawasan BPOM di Jakarta. Uji laboratorium terhadap produk tersebut menunjukkan bahwa seluruh sampel produk aman dikonsumsi.

Dijelaskan pula bahwa lebih dari 100 contoh bahan susu yang digunakan untuk membuat produk di China selama 12 bulan terakhir telah melalui uji coba oleh pemerintah China serta suatu laboratorium independen di Jerman dan semua contoh tersebut dinyatakan tidak tercemar melamin. - ant/ah

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES