Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Anak Jalanan Tewas Tersetrum Listrik KRL di Stasiun UI

Sabtu 16 Oct 2010 02:02 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Seorang anak jalanan (anjal) tewas tersetrum listrik saat kereta listrik (KRL) Bogor-Jakarta berhenti di Stasiun Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Jumat (15/10) pukul 06.53 WIB. Tubuhnya pun langsung hangus terbakar dan mati seketika.

Menurut salah satu saksi mata, Rahmatulloh, 33 tahun, korban naik kereta dari Stasiun Depok Lama dan langsung duduk di atap gerbong 3 KRL. Saat kereta memperlambat lajunya memasuki Stasiun UI, tubuh korban menyenggol kawat listrik di atap kereta.

“Tubuhnya terbakar dan mengeluarkan asap hingga menempel di atap kereta. Baunya seperti daging terbakar,” kata Rahmatulloh kepada para wartawan di Stasiun UI, Depok, Jumat (15/10).

Sementara itu, kondisi anak kecil yang kesetrum tersebut tampak mengenaskan. Sekujur tubuhnya mengerut hangus terbakar, retak di bagian kepala, tangan dan kakinya nyaris putus. Ia menuturkan, anak tersebut tidak memiliki identitas. Tapi ia memperkirakan, usia anak tersebut sekitar 12 tahun.

KRL dengan nomor seri KL3 2000 pun tidak dapat melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta. Mayat korban baru dapat dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati sekitar 20 menit setelah kejadian.“Anak itu langsung mati di tempat dan sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Bambang, mengatakan karena tidak memiliki identitas, anak tersebut langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia memaparkan, berdasarkan keterangan dari saksi, korban mati karena tersengat listrik saat duduk di atas KRL.

Maka dari itu, Bambang mengimbau kepada para penumpang, agar tidak naik di atap kereta. Selain akan tersengat listrik, penumpang dapat jatuh dan mati. “Sangat berbahaya. Lebih baik masuk ke dalam kereta dan tidak duduk di atap kereta serta bergelantungan di pintu kereta,” jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA