Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Kian Beringas, Tentara Libya Serang RS di Tripoli

Jumat 25 Feb 2011 22:19 WIB

Red: Djibril Muhammad

Pemandangan sebuah jalan di Tripoli, Selasa (22/2) pagi.

Pemandangan sebuah jalan di Tripoli, Selasa (22/2) pagi.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, Seroang warga yang berada di tengah-tengah aksi kekerasan di ibukota Libya, Tripoli, kepada CBS Radio News, Kamis (25/2), mengatakan tentara Libya pendukung Muammar Gaddafi memuntahkan tembakan ke rumah sakit. Akibatnya, para pengunjuk rasa yang luka-luka yang sedang dirawat di rumah sakit diperkirakan meninggal. Tentara juga  mengambil mayat untuk dibawa ke tempat yang tidak diketahui.

"Mereka pergi dengan senjata dari rumah sakit," ujar warga setempat yang identitasnya disembunyikan demi keamanan. "Mereka mengambil mayat. Di beberapa rumah sakit, mereka menembaki para demonstran yang terluka. Itu benar. Saya tahu ini merupakan sesuatu yang aneh untuk negara, tetapi itu terjadi hari ini di Tripoli," tambahnya.

"Mereka membawa mayat-mayat tersebut dan menaruhnya ke dalam mobil pick up, dan mereka membawa ke suatu tempat yang tidak kita ketahui dengan pasti, karena mereka tidak ingin mayat-mayat tersebut berada di rumah sakit," tandasnya.

Sebelumnya, seorang saksi mata di kota di sebelah barat kota Tripoli menyatakan, satu unit pasukan telah menghancurkan sebuah masjid yang diduga menjadi sarang para demonstran. "Menara masjid diruntuhkan," ujarnya.

Saksi mengatakan kepada Associated Press melalui telepon bahwa beberapa demonstran, yang telah berkemah di dalam dan luar masjid, telah dibunuh. "Yang masih hidup, mengalami luka parah," ujarnya.

Saksi lain dari Zawiya menyatakan militer menggunakan roket anti-rudal dan senjata otomatis untuk menyerang pengunjuk rasa. Saksi berbicara dengan syarat anonim karena takut pembalasan dan laporan tidak dapat secara independen dikonfirmasi.

Saksi mengatakan serangan itu terjadi sehari setelah seorang pembantu Gaddafi datang ke kota itu dan memperingatkan pengunjuk rasa untuk meninggalkan kerumunan atau menghadapi pembantaian. Ini bukan kali pertama tentara Libya menggunakan peralatan tempur untuk menghalau demonstran. Sebelumnya, pesawat perang Libya membom ibukota Tripoli Senin.

sumber : www.cbsnews.com
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA