Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Pendukung Gaddafi Bersumpah Tumpas "Pemberontak", Sudah 84 Tewas

Sabtu 19 Feb 2011 15:34 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Moammar Gaddafi

Moammar Gaddafi

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI - Pemerintah Muamar Gaddafi berikrar akan menumpas setiap tantangan terhadap orang kuat Libya itu setelah satu "hari kemarahan" oposisi berubah menjadi pertumpahan darah yang menurut satu kelompok HAM, Sabtu menewaskan 84 orang.

Pasukan keamanan Libya membunuh setidaknya 84 orang dalam tiga hari protes, kata kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) dalam wawancara telapon dengan staf rumah sakit lokal dan para saksi mata.

"Sumber-sumber rumah sakit mengatakan kepada HRW pasukan keamanan membunuh 35 orang di Benghazi 18 Februari hampir semuanya dengan"peluru tajam." Sebelumnya 20 orang tewas di Benghazi, 23 di Baida,tiga di Ajdabiya dan tiga di Derna.

Wakil direktur HWR untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Joe Stork menyerukan pihak berwenang Libya menghormati hak untuk berkumpul secara bebas.

Menurut data korban tewas yang dihimpun AFP dari berbagai sumber lokal, setidaknya 41 orang tewas sejak unjuk rasa dimulai Selasa. Jumlah itu tidak termasuk dua polisi yang dibunuh Jumat.

Surat kabar Oea, yag dekat dengan putra Gaddafi Seif al Islam, mengatakan dua polisi itu dibunuh setelah ditangkap di kota Al Baida, Libya timur.

Pasukan keamanan digelar di sekitar Al Baida, Jumat, kata satu sumber yang dekat pihak berwenang kepada AFP, setelah laporan-laporan Internet bahwa para pemrotes menguasai kota itu. "Pasukan keamanan digelar di sekitar kota itu dan mengawasi jalan-jalan masuk dan keluar,serta bandara," kata sumber itu yang menolak menyebutkan namanya.

Oea juga melaporkan 20 orang dimakamkan di kota terbesar kedua Libya, Benghazi Jumat setelah tewas dalam protes-protes. Jumlah korban tewas sebelumnya yang dinyatakan oleh satu sumber medis di kota itu adalah 14 orang.

Para pengunjuk rasa juga membakar kantor-kantor sebuah stasiun radio lokal di Benghazi setelah penjaga gedung itu mundur, kata para saksi mata dan satu suber keamanana kepada AFP. Tujuh orang tewas dalam protes-protes di Derna, timur Benghazi , kata laporan OEA.

Amnesti Internasional yang berpusat di London mengatakan pihaknya mendapat  informasi "paling tidak 46 orang ditembak mati oleh pasukan keamanan dalam 72 jam belakangan ini."

Sebelumnya Komite Revolusi , yang menjadi tulang punggung rezim Gaddafi mengeluarkan satu peringatan keras. "Tanggapan rakyat dan pasukan Revolusi terhadap petualangan oleh kelompok-kelompok kecil ini akan keras," kata Komite Revolusi di laman internet surat kabar mereka, Azzanf Al Akhdar.

"Kekuatan rakyat, Jamahiriya (masa pendukung pemerintah), Revolusi dan pemimpin semuanya berada di garis-garis merah , dan siapapun yang berusaha melintas atau mendekatinya mereka akan bunuh diri dan bermain dengan api."

Ribuan orang yang berkabung Jumat langsung setelah sholat Jumat ke lokasi pemakaman bagi para warga Benghazi yang tewas, kata para saksi mata jeoada AFP, dengan seorang melaporkan 13 korban dimakamkan di pemakaman Hawari kota itu.

Di Al Baida, satu sumber yang sangat mengetahui mengemukakan kepada AFP 14 warga sipil tewas sejak Rabu termasuk dua pemerotes dan para anggota Komite Revolusi.

Dalam satu tanda kekacauan yang meningkat sekitar 1.000 narapidana menjebol sebuah penjara di Benghazi, kata surat kabar Quryna di laman internetnya dan empat tahanan ditembak mati oleh pasukan keamanan kerena mereka berusaha lari dari sebuah penjara lainnya di luar Tripoli, kata satu sumber keamanan.

Gaddafi, 68 tahun adalah pemimpin paling lama memangku jabatandi Afrika.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB