Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Pemprov Sumut Dituding tak Pedulikan Warganya di Mesir

Jumat 04 Feb 2011 18:10 WIB

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dinilai tidak memiliki kepedulian terhadap warga dan mahasiswa asal daerah itu yang dievakuasi dari Mesir. "Pemprov Sumut tidak ada perhatiannya sedikit pun," kata Tauhid Rambe, warga Padang Sidempuan, Kabupaten Tapanuli Selatan yang juga mahasiswa Universitas Al Azhar ketiba tiba di Bandara Polonia Medan, Jumat (4/2).

Tauhid mengatakan, ketidakpedulian Pemprov Sumut itu mulai terlihat dari kondisi warga dan mahasiswa asal provinsi itu ketika berhasil dievakuasi dan diinapkan di Asrama Haji Jakarta. Akibat tidak ada pejabat Pemprov Sumut yang mengurus dan memberikan bantuan, warga dan mahasiswa asal provinsi itu harus menginap selama dua hari di Asrama Haji Jakarta sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

Ia membandingkan dengan perhatian yang ditunjukkan Pemprov Sulawesi Selatan dan Pemprov Sumatera Selatan yang mengurusi seluruh warga dan mahasiswanya yang dievakuasi dari Mesir. "Jam 8 malam mereka sampai (di Jakarta), paginya sudah berangkat. Kalau kami, harus dua hari, namun tetap tidak ada yang membantu," katanya.

Tauhid menambahkan, ketidakpedulian Pemprov Sumut juga terlihat ketika di Bandara Soekarno Hatta dan hendak diterbangkan ke Medan. "Jangankan memperhatikan seperti memberi ongkos, menemui kami pun tidak ada. Secuil pun gak ada perhatian Pemprov Sumut," katanya.

Bahkan, kata dia, ketidakpedulian Pemprov Sumut semakin terlihat ketika tiba di Bandara Polonia Medan, sehingga warga dan mahasiswa yang dievakuasi itu harus mencari sendiri biaya kepulangan ke kampung halamannya. Padahal, kewajiban pemerintah pusat hanya sampai mengembalikan ke provinsi masing-masing dan tanggung jawab selanjutnya berada di pemprov masing-masing.

"Beda sekali dengan perhatian Pemprov Sumsel," kata mahasiswa jurusan Syariah Islamiyah Universitas Al Azhar itu. Ia menambahkan, akibat ketidakpedulian itu, ada warga yang harus terpisah dengan anaknya yang baru berumur 15 hari ketika akan diberangkatkan ke Medan.

"Anaknya yang umur 15 hari disuruh pulang pagi, tapi ibunya pulang jam 12 siang sama-sama dengan kami," kata Tauhid. Mahasiswa tingkat akhir Universitas Al Azhar itu mengharapkan Pemprov Sumut mulai peduli dengan warga dan mahasiswa yang akan dievakuasi pada tahap selanjutnya. "Mungkin sore ini ada lagi yang tiba di Jakarta," kata Tauhid Rambe.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA