Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Diduga Diskenario, Penjarahan Makin Meluas di Mesir

Ahad 30 Jan 2011 14:41 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Warga Mesir mempersenjatai diri menghadang para penjarah

Warga Mesir mempersenjatai diri menghadang para penjarah

Foto: Al Jazeera

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Warga di ibukota Mesir, Kairo, mempersenjatai diri untuk menghadang penjarahan. Pasukan tentara yang bertugas untuk memulihkan ketertiban terlihat tak berdaya. Mereka lebih mementingkan pengamanan obyek-obyek utama, seperti museum bersejarah dan gedung pemerintahan.

Saksi melaporkan kelompok-kelompok pemuda, beberapa dengan menggunakan sepeda motor, berkeliaran di jalan-jalan. Mereka dengan leluasa menjarah supermarket, pusat perbelanjaan, dan toko-toko sejak Sabtu.

Beberapa geng juga masuk kawasan perumahan kaya, dan tembakan terdengar di pusat kota hingga wilayah pinggiran.

Warga juga mengatakan bahwa bank-bank dan gedung-gedung dihancurkan. Ratusan pemuda mengangkut  televisi dan peralatan stereo yang dijarah dari kantor Partai Demokrasi Nasional (NDP) yang berkuasa yang terletak di dekat Museum Mesir, sebelum membakar bangunan.

Penjarahan juga terjadi di distrik Zamalek yang merupakan wilayah permukiman warga kelas atas di Kairo.

Naglaa Mahmoud, warga Maadi, mengatakan kepada Associated Press bahwa penjarahan ini adalah skenario rezim yang berkuasa. Indikasinya, para penjarah adalah bukan kelompok yang mereka kenali.

"Mereka adalah preman berkeliaran dan memaksa masuk ke rumah-rumah penduduk," ujarnya.

Banyak warga menuduh rezim tampaknya merencanakan  kekacauan dengan menarik semua pasukan polisinya. "Semua ini tampaknya sudah diatur sebelumnya. Mereka menghukum kami karena meminta perubahan ini," kata seorang warga Kairo.

Pihak militer juga mendesak warga lokal di seluruh negeri untuk mempertahankan diri dari para penjarah.

Penjarahan juga terjadi di kota pelabuhan Alexandria. Warga meminta tentara untuk melindungi mereka, dan menyatakan penjarah adalah keompok yang tak mereka kenali.

Dari Suez, Al Jazeera melaporkan penjarahan yang tersebar meluas. "Warga  memohon  militer untuk menghentikan hal ini dan dan bertindak untuk menegakkan keamanan," lapor mereka.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA