Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Pentagon Kembali Serukan Wikileaks Tak Sebarkan Dokumen Perang Irak

Selasa 19 Okt 2010 18:22 WIB

Rep: c25/ Red: Siwi Tri Puji B

Julian Assange-Wikileaks

Julian Assange-Wikileaks

Foto: flickr.com

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Departemen Pertahanan AS di Pentagon, Senin (18/10), meminta  media tidak mempublikasikan file apapun  tentang ratusan ribu dokumen rahasia perang Irak. Sebelumnya,  pada bulan Juli 2010 kemarin, WikiLeaks memperoleh  dan merilis hampir 77 ribu laporan militer tentang perang Afghanistan. Sekarang, Pentagon mengatakan, kelompok itu memiliki sebanyak 400.000 dokumen dari database pada operasi militer di Irak.

Kolonel Dave Lapan dari Korps Marinir yang juga menjadi juru bicara Pentagon  mengatakan kepada wartawan bahwa militer tidak yakin apakah WikiLeaks telah  merilis tentang ratusan ribu dokumen rahasia perang IRak itu kepada berbagai  perusahaan media. Menurutnya, perusahaan media itu seharusnya  tidak boleh memberitakan informasi penting yang telah dicuri itu.

"Saya sangat prihatin  WikiLeaks sebagai organisasi melakukan tindakan itu, dan saya minta kepada perusahaan media tidak menanggapi rilis itu,” ujar Lapan, Senin (18/10).

Salah satu dokumen yang dicuri WikiLeaks  adalah ketika mereka merilis video perang dimana digambarkan sekelompok tentara  bersenjata AS di dalam sebuah helikopter  menembak mati sekelompok orang  termasuk dua fotografer Reuters di Irak.

Sumber : AP
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB