Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Akhir Tahun, Cadangan Devisa Mencapai 120 Miliar Dolar

Jumat 25 Feb 2011 19:02 WIB

Red: Djibril Muhammad

Darmin Nasution

Darmin Nasution

Foto: Edwin/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan cadangan devisa hingga akhir tahun bisa meningkat hingga 1a20 miliar dolar AS. "Iya, Perhitungan kita akhir tahun memang akan bergerak antara 110-120 miliar dolar AS," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (25/2).

Ia mengatakan saat ini cadangan devisa Indonesia berada dalam posisi 98 miliar dolar AS, namun diperkirakan baru mencapai angka 100 miliar dolar AS pada semester pertama 2011. "Itu memang kita perkirakan semester pertama ini akan tembus 100 miliar dolar AS, namun jangan terlalu cepat," ujarnya.

Darmin mengatakan cadangan devisa Indonesia saat ini sudah cukup kuat untuk menahan apabila terjadi pembalikan modal asing besar-besaran (sudden reversal). "Sebetulnya kita sudah coba menghitung berapakah cadangan devisa yang lebih-kurang, karena tidak ada rumusnya yang bisa menghitung benar-benar pas. Tapi lebih-kurang-pas itu sebenarnya 90 miliar dolar AS ," ujarnya.

Sementara Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Fitch dapat membuat arus modal ke Indonesia semakin deras. "Perbaikan grade itu akan membuat capital inflow ke Indonesia semakin deras, kalau masuknya dalam bentuk portofolio, kita harus cermati juga," ujarnya.

"Apalagi 2011 dana-dana yang mengalir masuk ke emerging market, tadinya kira-kira 800 miliar dolar AS, sekarang itu kita perkirakan sampai 900 miliar dolar AS, jadi akan meningkat terus," tambahnya.

Ia mengatakan apabila arus modal tersebut tidak dikelola dengan baik, maka resikonya akan terjadi pembalikan modal secara tiba-tiba dan akan merugikan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. "Kita musti mengelola dengan baik ekonomi Indonesia, supaya kalau ada dana masuk ke Indonesia bisa digunakan dengan baik, dan sebaliknya jangan kaget, kalau terjadi pembalikan yang dapat merugikan Indonesia," ujar Menkeu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA