Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Waspadai Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Rabu 22 December 2010 22:33 WIB

Red: Stevy Maradona

Demo massa Hizbut Tahrir Indonesia, ilustrasi

Demo massa Hizbut Tahrir Indonesia, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan agar kaum perempuan mewaspadai program pemberdayaan ekonomi perempuan. Mereka mengemukakan hal itu dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Rabu.

Dalam aksi yang melibatkan massa dari wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, dan Bekasi itu, Muslimah Hizbut Tahrir menegaskan bahwa perempuan tidak boleh dijadikan kepala keluarga atau tulang punggung perekonomian rumah tangga.

"Perempuan seharusnya fokus pada peran sebagai ibu yang mendidik generasi bangsa bukannya sebagai kepala keluarga yang disebabkan tanggung jawab ekonomi," tegas Iffah Ainur Rochmah juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.

Iffah juga menambahkan bahwa pergeseran peran perempuan itu disebabkan terutama oleh paham kapitalisme yang dianggapnya diterapkan di Indonesia.

"Program pemberdayaan perempuan ke sektor publik yang kemudian bermuara pada oritentasi ekonomi merupakan akibat dari penerapan sistem kapitalisme Indonesia," tutur perempuan asal Bogor itu. Kapitalisme menurut Iffah adalah yang paling bertanggung jawab atas terpeliharanya kemiskinan.

Dia mengemukakan, kapitalisme secara nyata menunjukkan perlakukan keji terhadap perempuan karena menilai perempuan sebagai komoditi yang layak dieksploitasi demi mendatangkan materi. Kapitalisme juga mengukur partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa hanya dari kontribusi materi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 June 2018, 00:22 WIB