Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Bea Cukai Bicara Implementasi Kesetaraan Gender

Selasa 15 May 2018 09:04 WIB

Red: Ani Nursalikah

Bea Cukai kembali diundang mengikuti konferensi virtual World Customs Organization (WCO) sebagai presentator dalam The 2nd WCO Working Group Meeting on Gender Equality and Diversity (WG-GED), Selasa (8/5).

Bea Cukai kembali diundang mengikuti konferensi virtual World Customs Organization (WCO) sebagai presentator dalam The 2nd WCO Working Group Meeting on Gender Equality and Diversity (WG-GED), Selasa (8/5).

Foto: Bea Cukai
Bea cukai telah melakukan berbagai upaya teknis implementasi kesetaraan gender.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bea Cukai kembali diundang mengikuti konferensi virtual World Customs Organization (WCO) sebagai presentator dalam The 2nd WCO Working Group Meeting on Gender Equality and Diversity (WG-GED), Selasa (8/5). Rapat yang diikuti beberapa negara anggota WCO, seperti Islandia, Amerika, Australia, Uganda, Swedia, dan Indonesia, ini dipimpin wakil pimpinan WCO Capacity Building Directorate dan Program Coordinator HMRC-WCO-UNCTAD TFA Capacity Building Program.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Robert Leonard Marbun mengungkapkan dalam rapat tersebut, setiap negara memaparkan situasi kondisi perkembangan implementasi gender equality and diversity (GED) di administrasi kepabeanan masing-masing, dengan topik “How to Organize/Start The Work on Gender Equality”. Adapun Indonesia memaparkan implementasi GED di Bea Cukai.

“Bea Cukai telah berlandaskan hukum dalam mengimplementasikan kebijakan dan inovasi penerapan GED di lima area, meliputi employment and compensation, work-life balance and career development, health-safety-freedom of violence, government and leadership, dan customs administration and stakeholder relations,” ujarnya.

Hingga saat ini, Bea Cukai telah melakukan berbagai upaya teknis implementasi GED, antara lain memasukkan nilai GED dalam tujuan strategis Bea Cukai, mengelola statistik berbasis GED, mengembangkan kebijakan manajemen sumber daya manusia berbasis GED, survei tahunan berupa Kuesioner Layanan Kesekretariatan (Infrastruktur, Keuangan, Kepegawaian, Pelatihan, Aset), menyusun strategi komunikasi berbasis GED, melibatkan semua unsur stakeholders dalam berdiskusi, dan mengumpulkan informasi GED.

Atas pemaparan ini, WCO menyampaikan apresiasi atas upaya Bea Cukai dalam implementasi GED yang dinilai inovatif sehingga dapat menjadi inspirasi bagi negara lain, seperti mengembangkan sistem pengaduan dari manual (desk) menjadi aplikasi online SIPUMA, termasuk contact center layanan 24/7 Bravo BC, menyelenggarakan seminar GED dengan mengundang pakar GED nasional dan internasional, melakukan lomba implementasi infrastruktur GED antarkantor pelayanan, strategi kehumasan partnership, dengan membuat kanal BC Radio TV serta berbagai video, dan menggunakannya juga sebagai sarana diseminasi GED, dan mengundang berbagai narasumber/pakar dalam acara kehumasan Bea Cukai berbasis kompetensi dan GED.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA