Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Pasangan Terbaik Polii

Senin 06 October 2014 17:00 WIB

Rep: C79/ Red: Didi Purwadi

Pemain ganda putri Indonesia, Greysia Polli(kiri)dan Nitya Krishinda Maheswari meluapkan kegembiraannya setelah

Pemain ganda putri Indonesia, Greysia Polli(kiri)dan Nitya Krishinda Maheswari meluapkan kegembiraannya setelah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulutangkis nomor ganda putri atas nama pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil menyumbangkan emas bagi Indonesia di ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, beberapa waktu lalu.

Mereka menjadi pelepas kebuntuan kontingen Merah Putih dalam meraih medali emas pada cabang ini sebelum ditambah jumlahnya oleh pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Selama ini mungkin banyak orang yang asing mendengar nama Nitya Krishinda Maheswari Korwa sebagai atlet bulutangkis putri. Nama-nama seperti Greysia Polii, Liliyana Natsir, atau Ardianti Firdasari lebih banyak dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Nitya adalah perempuan asli Indonesia yang terlahir di Blitar, Jawa Timur, pada 16 Desember 1988. Meski memilih profesi menjadi atlet bulutangkis, namun ternyata perempuan berusia 25 tahun ini merupakan putri seorang mantan pesepakbola Arema Malang pada era 1990-an, Panus Korwa

Ketika masih brusia 19 tahun, Nitya sebenarnya sudah dipasangkan dengan Greysia Polii dan diharapkan dapat meraih prestasi di berbagai ajang yang mereka ikuti. Namun, karena sang pelatih ingin mencari komposisi terbaik, mereka pun sempat dipisahkan sebelum kembali disandingkan pada 2013 hingga sekarang.

Selama berpisah dengan Polii, Nitya tercatat pernah berpasangan dengan Shendy Puspa Irawati pada 2010. Namun, pasangan ini ternyata hanya bertahan sementara karena Nitya kemudian disandingkan dengan Anneke Feinya Agustin pada 2011-2012.

Berbagai penghargaan pun sempat disabet Nitya dengan pasangannya. Awal kebersamaan bersama Polii, Nitya menjadi runner up Aviva Singapore Super Series pada 2009

Setelah pelatih mengganti pasangannya dengan Anneke Feinya Agustin, prestasi Nitya semakin membaik dengan menyabet juara Yonex Sunrise Vietnam Grand Prix Open pada, runner-up kategori beregu putri SEA Games XXVI dan juara ganda putri kategori individual SEA Games XXVI yang semuanya terjadi pada 2011.

Nitya kemudian kembali dipasangkan dengan Polii pada 2013. Pasangan ini ternyata cukup ampuh untuk menjuarai SCG Thailand Open Grand Prix Gold. Dan puncaknya, pemain asal klub Jaya Raya, Jakarta ini pun akhirnya meraih medali emas pertamanya setelah menumbangkan wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dengan skor 21-15 dan 21-9 dalam laga sengit yang berlangsung di Gyeyang Gymnasium, Sabtu (27/9) petang WIB.

Nitya/Polii sekaligus menjadi penyumbang emas dari nomor ganda putri di Asian Games setelah Indonesia terakhir kali melakukannya pada 36 tahun silam. Saat itu pasangan Verawaty Fajrin-Imelda Wigoena berhasil menyabet medali emas Asian Games 1978 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES