Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

JK Sampaikan 3 Arahan Soal Asian Games

Kamis 08 Maret 2018 15:58 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih

Wakil Presiden Jusuf Kalla  didampingi Menpora Imam Nahrawi, Ketua KONI Tono Suratman, Wakil Ketua KOI Muddai Madang, CdM Indonesia Syafruddin pimpin rapat terbatas tentang prestasi atlet menghadapi Asian Games 2018.

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menpora Imam Nahrawi, Ketua KONI Tono Suratman, Wakil Ketua KOI Muddai Madang, CdM Indonesia Syafruddin pimpin rapat terbatas tentang prestasi atlet menghadapi Asian Games 2018.

Foto: kemenpora
Persiapan Asian games sudah mencapai hampir 100 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas tentang prestasi atlet menghadapi Asian Games 2018, di Gedung Perjuangan dan Soliditas Atlet Asian Games 2018, Kamis (8/3) pagi. Ratas yang diikuti seluruh pimpinan cabang olahraga dan komponen pendukung ini guna meningkatkan dan meraih prestasi yang besar bagi kontingen Indonesia di Asian Games. Jika dihitung per hari ini, Kamis (8/3), bila ditilik dari hitung mundur (countdown), Asian Games tinggal menyisakan waktu 5 bulan 12 hari lagi.

 

JK memberikan tiga hal penting yang terus menjadi fokus dan perhatian pengawalan. Pertama, tentang infrastruktur. Dukungan biaya yang besar diharapkan nanti menjadi warisan untuk sarana prasarana pengembangan olahraga di masa mendatang yang lebih baik. Syaratnya, pasca Asian Games harus ada event-event olahraga secara berkesinambungan.

 

photo

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menpora Imam Nahrawi, Ketua KONI Tono Suratman, Wakil Ketua KOI Muddai Madang, CdM Indonesia Syafruddin pimpin rapat terbatas tentang prestasi atlet menghadapi Asian Games 2018.

Kedua, tentang pelaksanaan, menjadi tanggung jawab INASGOC untuk terus mempersiapkan diri demi menjaga kehormatan bangsa. Dan ketiga, yaitu peran cabor untuk menggenjot kualitas para atletnya dalam mengejar capaian tertinggi prestasi yang dapat diraih.

 

"Sekarang sudah ada otonomi tersendiri bahwa keuangan langsung ke cabor dengan penyaluran melalui Kemenpora. Hal ini merupakan kepercayaan sekaligus kesempatan yang diberikan pemerintah kepada cabor," kata JK dalam pembuka arahan rapat.

 

Pada perhelatan terakhir Asian Games Incheon Korea Selatan, Indonesia baru mampu bertengger dijajaran negara-negara Asia pada posisi 17 dengan raihan 4 emas 5 perak 11 perunggu. Suatu tugas berat yang harus diperjuangkan bila cita-cita masuk 10 besar ingin benar-benar diraih saat kesempatan emas menjadi tuan rumah ini, karena menurut hitung-hitungan perlu minimal 16 emas.

 

"Sukses prestasi merupakan ukuran capain tertinggi. Sehebat apapun infrastruktur yang dibangun, sebaik apapun penyelenggaraan, ujungnya yang diingat kita nomor berapa, itu yang akan melekat dipikiran masyarakat hingga puluhan tahun," ucap JK.

 

Menpora Imam Nahrawi menambahkan persiapan Asian Games kali ini merupakan yang terbaik. Semua pihak yang terlibat seperti pelaksana, penyelenggara, cabor dan atlet, CdM semua optimistis. Dia mengatakan kesiapan infrastruktur sudah mencapai 90 hingga 95 persen. Persiapan atlet hampir 100 persen.

 

"Seperti yang disampaikan Bapak Wakil Presiden bahwa persiapan Asian Games kali ini adalah persiapan yang terbaik. Terbaik dan semua yang ada didalamnya betul-betul optimis, baik pelaksana, penyelenggara, kemudian CdM, pimpinan cabang olahraga, KONI, KOI, dan semua atlet betul-betul pada posisi yang sangat siap," ucap Menpora.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA