Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Tinju tak Turunkan Skuat Asian Games di Test Event

Senin 12 February 2018 20:08 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Ratna Puspita

Petinju Indonesia Valentinus Nahak (kanan) melepaskan pukulan ke arah petinju Thailand Kritiphak Duangnut (kiri) saat pertandingan babak perempat final kelas Men's Fly (52 Kg) pada 18th Asian Games Invitation Tournament di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (12/2).

Petinju Indonesia Valentinus Nahak (kanan) melepaskan pukulan ke arah petinju Thailand Kritiphak Duangnut (kiri) saat pertandingan babak perempat final kelas Men's Fly (52 Kg) pada 18th Asian Games Invitation Tournament di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (12/2).

Foto: ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf
Skuat utama masih beristirahat setelah berpartisipasi pada India Open.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umm Pengurus Pusat (PP) Pertina Brigjen Johanis Asadoma mengatakan tim yang diturun di Turnamen Invitasi Asian Games 2018 bukan skuat yang akan diturunkan pada pesta olahraga antarnegara Asia, Agustus-September mendatang. Sebab, skuat utama masih beristirahat setelah berpartisipasi pada India Open. 

Johanis mengatakan tinju hanya menurunkan tim kelas dua atau tim putih pada turnamen yang menjadi uji coba atau test event Asian Games 2018 ini. “Tim kelas satu baru pulang dari India Open kemarin dan belum boleh ikut bertanding karena masih ada cedera, lelah. Timnomor dua ini belum lama di pelatnas,” kata Johanis, Senin (12/2).

Pada Turnamen Invitasi Asian Games 2018, Indonesia menurunkan Aldryani Belatrichx Sugoro, Christina Jembay, dan Novisar Maulina untuk kelas putri. Untuk putra, Indonesia menurunkan Mario Blasius, Valentinus Naha, Julio Bria, Matius Mandiangan, Libertus Ghea, Bristaton Simangunson, dan Brama Habetauhut.

Julio Bria sebenarnya sudah keluar dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tinju. Namun, Johanis mengatakan, Julio dipanggil kembali masuk pelatnas karena tidak ada petinju di kelas 56 kilogram. 

“Kami angap dia juga bagus. Kami panggil dia sehingga kami turun full team. Mosok kami tuan rumah tidak turun full team,” kata dia.

Dari tujuh petinju yang diturunkan, tiga petinju Indonesia sudah memastikan lolos ke semifinal setelah melakoni duel perempat final. Mereka adalah Mario Blasius, Matius Mandiangan, dan Aldryani Belatrichx Sugoro.  

Kendati para petinju tersebut merupakan skuat pelapis, Joharis mengatakan, tidak terbuka kemungkinan mereka masuk skuat utama atau tim merah, yang akan berlaga pada Asian Games mendatang. Pelatih akan mengevaluasi selama latihan dan uji coba. “Kalau di tim putih ada yang bagus, bisa saja satu atau dua anggota tim putih menggantikan tim merah,” kata dia. 

Johanis mengatakan sebelum Asian Games tim pelatih dan Penggurus Pusat Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) akan melakukan berbagai uji coba. Selain India Open, Pertina juga akan mengirim para petinju melakukan pemusatan latihan selama 1,5 bulan di Ukraina. 

Kemudian, para petinju akan melakoni uji coba di Bangkok atau Kazakhstan. “Sekitar tujuh hari. Pokoknya yang terbaik itu nantinya kami pilih untuk pemusatan latihan di luar negeri. Tidak semua karena anggarannya terlalu besar," katanya.

Johanis mengatakan Ukraina dipilih negara pecahan Uni Soviet tersebut telah banyak melahirkan banyak petinju yang memenangkan  medali pada Olimpiade. Dia mencontohkan petinju Ukraina yang memenangkan medali emas pada Olimpiade, yakni Vasil Lomanchenko yang menjadi juara pada Olimpiade 2008 dan 2012. 

Selain itu, ia juga mencoba mengubah kiblat tinju Indonesia yang sebelumnya sering melakukan pemusatan latihan di Kuba. "Selama ini kiblat kami ke Kuba, tetapi tidak ada perubahan, tidak ada yang jadi juara, malah di Olimpiade kami gagal di kualifikasi. Kami coba ubah bukan ke Kuba, tetapi ke Ukraina, ke Eropa Timur," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA