Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Nuklir Damai Iran Mendapat Dukungan Parlemen Asia

Jumat 11 Dec 2009 03:10 WIB

Red:

BANDUNG--Program nuklir damai Iran, mendapat dukungan dari Asian Parliamentary Assembly (APA), organisasi parlemen se-Asia. Deklarasi Bandung - hasil dari sidang umum keempat APA - memasukkan dukungan terhadap hak setiap negara untuk hidup damai, makmur, dan mendapat keuntungan dari teknologi tingkat tinggi termasuk program nuklir damai. Sekalipun, butir sembilan itu sama sekali tidak menyebut kata 'Iran'.

''Betul (itu usulan dari Iran). Sudah mencukupi, tanpa perlu spesifik mencantumkan kata 'Iran','' kata Ketua Delegasi Iran di sidang umum keempat APA itu kepada Republika, Sayed Moh Hasan Abou Torabi, Kamis (10/12). Meski demikian dalam pertemuan pers yang digelar sesudahnya, dia mengatakan bahwa bagi Iran deklarasi ini sudah menjadi sebuah dukungan politik yang penting bagi program nuklir damai Iran.

''Yang dibutuhkan Iran (dalam hal ini) adalah dukungan politik, dan itu kini didapatkan dari Asia,'' kata Torabi. Dukungan serupa, imbuh dia, telah didapatkan sebelumnya dari Gerakan Non Blok.

Bagi Iran, kata Torabi, APA adalah organisasi terpenting di Asia. Dan, imbuh dia, parlemen Indonesia - DPR - sangat penting dalam APA. ''Karena (DPR) punya kerangka politik sangat kuat dan dihormati di Asia,'' ujar dia.

Sidang umum keempat APA yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 7-10 Desember 2009 menghasilkan Deklarasi Bandung. Di dalamnya termuat 15 butir pernyataan. Butir kesembilan deklarasi itu menyatakan 'APA mendukung hak setiap negara untuk hidup damai, makmur, dan mendapat keuntungan dari teknologi tinggi, termasuk hak untuk membangun program nuklir untuk kepentingan damai merujuk pada perjanjian nonprolifikasi nuklir (Nuclear Non-Prolification Treaty, atau NPT), khususnya untuk pembangkit energi'.

Sebelumnya Mantan Ketua Parlemen Iran yang juga mantan Presiden pertama APA, Gholam Ali Haddad Adel, dalam wawancara khusus dengan Republika  mengatakan bahwa delegasi negaranya tidak secara khusus memasukkan program nuklir Iran - yang banyak mendapat 'serangan' dari negara Barat - dalam pembahasan sidang umum APA. ''Kami memilih agar hanya hal-hal yang dibahas di APA adalah hal-hal yang menjadi ketertarikan seluruh negara di kawasan asia,'' ujar dia, Rabu (8/12). Sekalipun dia mengatakan semua bentuk dukungan untuk program nuklir damai Iran merupakan hal yang akan membawa kegembiraan bagi mereka.

Ketua Delegasi Indonesia dalam sidang umum keempat APA ini, Sidarto Danusubroto, mengatakan isi deklarasi Bandung terkait hak pembangunan program nuklir damai, tidak ditujukan untuk Iran semata. ''Nuklir damai bukan soal Iran saja. Ini kebutuhan semua negara untuk penciptaan energi pengganti. Tapi, nuklir damai ya,'' tegas Sidarto, Kamis (10/12). ann/taq

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA