Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Komunitas Gethek Banyumas Diundang ke Jerman

Rabu 09 Dec 2009 02:53 WIB

Red:

PURWOKERTO -- Komunitas sastra di Berlin, Jerman, Berliner Literarische Aktion, dibawah kepemimpinan penyair kondhang Martin Jankowski, mengundang penyair Indonesia, Sosiawan Leak dan Komunitas Gethek Ajibarang, Banyumas, untuk tampil dalam pagelaran musim panas sastra dunia di Jerman dan Belanda, pada bulan Juni-Juli 2010.

Bila penyair dan komunitas gethek bisa hadir, sedikitnya ada 6 gedung pertunjukan yang bakal disambangi. Keenam gedung pertunjukan tersebut, masing-masing berlokasi di kota Berlin-Hamburg-Koln (Jerman) dan kota Den Haag-Amsterdam-Rotterdam (Belanda).

''Sosiawan Leak akan tampil dalam teatrikalisasi puisi-puisinya sendiri. Sedang Komunitas Gethek akan tampil dengan musikalisasi puisi karya Ahmadun Yosi Herfanda, Dharmadi, dan Edi Romadhon,'' tutur Sekretaris Komunitas Gethek, Tri Wuryaningsih, Selasa (8/12).

Menurut sosok yang sering dipanggil dengan sapaan Triwur ini, Komunitas Gethek yang selama ini sarat dengan kegiatan musikalisasi puisi, teater, lawak, sulap dan magic show tersebut, dalam tampilannya nanti akan menonjolkan musik etnik Banyumasan, Jawa dan Sunda, untuk 'menghantar' puisi-puisi yang dibawakan. Sedikitnya 15 personal Gethek akan mengusung peralatan tradisi seperti genjring, bedug, kendhang, suling, dan angklung berikut peralatan modern seperti gitar, dan bas elektrik.

Meski demikian Triwur mengaku, untuk bisa memenuhi undangan tersebut, pihaknya masih terkendala oleh dana. Hal ini karena biaya transportasi maupun akomodasi yang ditanggung panitia, hanya sebesar 50 persen. Sedangkan 50 persen lainnya, harus ditanggung sendiri. Sementara dana yang dibutuhkan untuk bisa manggung di dua negara tersebut, paling tidak mencapai Rp 1,5 miliar. ''Jadi, kami harus mampu membiayai separonya, yakni sekitar Rp 750 juta,'' ungkapnya.

Terkait masalah itu, Triwur mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkab dan DPRD Kabupaten Banyumas agar bisa menutup kebutuhan tersebut. Karena Sosiawan Leak dan Komunitas Gethek mengatasnamakan Banyumas, Jateng dan sekaligus Indonesia, maka bisa pula nantinya biaya dipikul oleh Pemda Banyumas, Pemprov Jateng, dan Pemerintah Pusat.

''Kami berharap, pihak pemerintah bisa memenuhi kebutuhan dana ini, karena amat sayang jika undangan tersebut sampai kita tolak. Hal itu karena selain undangan ini merupakan sebuah penghargaan, juga bisa menjadi sarana promosi wisata atau budaya Banyumas/Jateng/Indonesia kepada masyarakat di Belanda dan Jerman,'' katanya.

Ketua Komunitas Gethek, Edi Romadhon, juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, tawaran pentas parade sastra dunia erti itu kepada Komunitas Gethek dan Sosiawan Leak merupakan penghargaan yang tidak patut jika diabaikan. Apalagi untuk perhelatan tersebut dilakukan secara estafet pada enam panggung di enam kota dari dua negara maju di Eropa.

''Andai kita bisa hadir, Komunitas Gethek akan berupaya tampil sedakhsyat mungkin agar Banyumas/Jateng/Indonesia bisa dikenal dan dikenang para penontonnya yang bisa diprediksi sebagian besar adalah orang bule,'' tuturnya.

Disebutkan, dalam pentas nanti tampilan Sosiawan Leak maupun Komunitas Gethek akan menggunakan Bahasa Indonesia dan local content Ngapak-ngapak Banyumasan. Kemudian dari pihak pengundang akan menyediakan penerjemahnya dalam satu paket. ''Kalau tampilnya di Belanda, penerjemah yang disediakan adalah penerjemah bahasa Belanda. Demikian juga bila di Jerman,'' kata pria yang akbab dipanggil Edon ini.

Aranger musikalisasi puisi Gethek, Kus Bendhol menyebutkan, puisi yang dibungkus dalam musik etnik Banyumasan, Sunda maupun khas Indonesia lainnya, akan menjadi daya magnit para penonton untuk terpesona dengan nada-nada slendro-pelog atau pentatonik yang memang bagi masyarakat Eropa merupakan bebunyian aneh.

''Mereka tentu akan terpesona sehingga tertarik untuk berkunjung ke Banyumas, Jateng atau daerah lain di Indonesia. Untuk itu kami akan berterima kasih sekali jika dari Dinas Budaya dan Pariwisata Banyumas, Pemprov Jateng, dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, agar bisa mendukung kegiatan kami ini,'' katanya. eko widiatmo/pur

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA