Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Prof Muladi: Tangkap Anggodo dkk

Selasa 10 Nov 2009 01:45 WIB

Red:

JAKARTA--Pakar hukum pidana, Prof Dr Muladi SH, menyarankan polisi untuk segera menangkap empat pelaku sindikasi suap ; Anggodo Widjojo, Ary Muladi, Yuliana Ong dan Yulianto.

''Kalau polisi tidak segera menangkap empat orang itu, masalahnya semakin runyam. Kasihan polisi,'' tutur Muladi disela-sela peringatan HUT ke-10 The Habibie Center, Senin (9/11).

Mahaguru hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, mendesak polisi segera menangkap ke empat orang tersebut. Kemudian ditetapkan sebagai tersangka. ''Dan, ke empat orang tersebut harus segera dikasih pelajaran,'' pintanya.

Dengan ditangkapnya ke empat pelaku suap tersebut, menurut Prof Muladi, akan menjadi pelajaran berharga bagi publik. Terutama bagi pelaku atau oknum yang suka mempermainkan hukum. Dan, ini sekaligus jadi proses pembelajaran upaya penegakkan hukum di Indonesia.

Sebenarnya, persoalan kasus suap ini sudah jelas. Pemberi uang dari Anggodo Widjojo. Kemudian diberikan kepada Ary Muladi. Pengakuan Ary Muladi uang Rp 5,1 milyar diserahkan kepada Yulianto. Pengakuan Yulianto kepada Ary Muladi uang tersebu dibagi-bagikan ke empat pejabat teras KPK. Disana ada ada tokoh perempuan yang ikut berperan, Yuliani Ong.

Menurut Prof Muladi, masalahnya sudah jelas alur penyerahan dan pembagian uang tersebut. Polisi harus secepatnya menangkap ke empat orang tersebut, dan dijadikan tersangka.

Dimata Prof Muladi, tokoh Ary Muladi, merupakan sosok pelaku mafia hukum. Dia pelaku lama. Dia termasuk personal yang piawi, temperamental tenang, dan cukup berpengalaman. ''Dia, harus dikasih pelajaran. Biar semua orang tahu praktik mafia diberi pelajaran juga''.

Prof Muladi menyatakan, penyuapan merupakan tindak perbuatan pidana. Pelaku -- penyuap, yang disuap dan perantara suap -- merupakan sindikasi perbuatan pidana. Semua harus ditindak. Tapi, sampai saat sekarang belum ada tindakan apa-apoa dari polisi.

Penyidik sekarang, baru memproses kasus penyalahgunaan wewenangan poencekalan yang dilakukan pimpinan KPK terhadap pengusaha Anggoro Widjojo-- kakak kandung Anggodo Widjojo. Tindak pencekalan tidak dilakukan melalui putusan kolektif pimpinan KPK. Dan, lainnya, kasus pemerasan dan suap yangt dilakukan Anggodo Widjojo dkk kepada pimpinan KPK.

Namun, polisi tidak memproses kasus penyuapan itu sendiri. Artinya, pelaku suap yang dilakukan Anggodo Widjojo dkk belum tersentuh hukum.

Untuk menunggu proses tersebut, kalau penyidik menyerahkan BAP (Berkas Acara Pemeriksaan) masih berstatus P 19, mestinya polisi harus segera mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Tapi, kalau sudah berstatus P-21 harus diteruskan. Semuanya dibuktikan di pengadilan.

Namun demikian, Prof Muladi, menyarankan Kejaksaan untuk melakukan evaluasi hasil BAP polisi. Kalau memang dirasa masih berstatus P19 lebih baik kasus tersebut segera dihentikan. eds/ahi

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA