Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Gedung Sekolah Rusak Akibat Gempa 1.929 Unit

Rabu 07 Oct 2009 05:44 WIB

Red:

PADANG--Jumlah gedung sekolah yang rusak dan hancur akibat gempa 7,9 SR di Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu (30/9) yang terdata hingga kini telah mencapai 1.929 unit. Data Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Selasa, menyebutkan, dari 1.929 gedung sekolah yang terdata rusak itu, sebanyak 889 unit di antaranya rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi.

Sementara gedung sekolah yang terdata rusak sedang mencapai 581 unit dan rusak ringan 459 unit. Kerusakan gedung sekolah paling banyak terdata di Kota Padang yakni 561 unit dalam kondisi rusak berat, 377 rusak sedang dan 351 rusak ringan. Kemudian, di Kabupaten Padang Pariaman yang rusak berat 196 unit, dan 14 rusak ringan. Gedung sekolah lainnya yang ruak berat, masing-masing di Kota Pariaman 41 unit, Kabupaten Pasaman Barat (21), Pesisir Selatan (6), Tanah Datar (5), Kabupaten Solok (4) dan masing-masing tiga unit di Kota Solok, Padang Panjang, Kabupaten Pasaman dan Kepulauan Mentawai.

Aktivitas pendidikan di Sumbar pasca gempa, telah dimulai Senin (5/10), namun belum dilakukan secara penuh.

Murid-murid yang sekolahnya hancur dan tidak bisa digunakan, mengikuti proses belajar mengajar pada tenda-tenda sekolah yang didirikan badan BPP, Unicef. Tenda-tenda sekolah dikirim Unicef sejak Minggu (4/10) dan terus didatangkan hingga Rabu (7/10) yang diangkut dengan dua kapal, kata Kepala Sekretariat, Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edwar.

Tenda-tenda sekolah itu akan didirikan di sekolah-sekolah yang hancur karena gempa, atau yang tidak bisa dipakai lagi untuk belajar mengajar.Jumlah tenda sekolah yang akan didirikan itu mencapai ratusan unit dan akan terus ditambah untuk mencukupi penggantian sementara untuk gedung-gedung sekolah yang rusak, tambahnya.

Tenda-tenda sekolah itu, kemungkinan juga ada yang dibawa dari Nanggroe Aceh Darussalam yang sebelumnya dipakai untuk tempat belajar sementara anak-anak korban tsunami di daerah itu.ant/kpo

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA