Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Strategi Perang AS di Afghan Tumpul

Selasa 01 Sep 2009 17:51 WIB

Red:

WASHINGTON--Laporan panglima militer Amerika di Afghanistan menyebutkan, Amerika Serikat harus merevisi strategi militernya, sebab strategi yang ada saat ini tidak berjalan.

Dalam penilaian strategis, Jenderal Stanley McChrystal mengatakan, meski situasi Afghanistan serius, keberhasilan masih bisa dicapai.

Laporan tersebut belum dipublikasikan, tapi beberapa sumber mengatakan, Jenderal McChrystal melihat melindungi bangsa Afghanistan dari Taliban sebagai prioritas utama.

Laporan tersebut tidak memuat seruan langsung untuk memperbanyak jumlah tentara. "Situasi di Afghanistan serius, namun keberhasilan bisa dicapai dan menuntut strategi implemetasi direvisi, komitmen dan tekad, dan meningkatkan kepaduan upaya," kata McChrystal dalam peniliannya.

Salinan dokumen tersebut telah dikirim kepada Sekretaris Jenderal Nato Anders Fogh Rasmussen dan Menhan AS Robert Gates. Isi laporan tersebut tersiar, sementara hasil sementara terbaru dari pemilihan presiden pekan lalu diterbitkan dengan jumlah kartu suara yang telah dihitung berasal dari 48% TPS.

Lembaga independen, Komisi Pengaduan Pemilihan menyatakan dari lebih 2.100 tuduhan pelanggaran selama pemungutan dan penghitungan suara, 618 telah dinyatakan cukup serius untuk bisa mempengaruhi hasil pemilihan, jika terbukti.

Krisis kepercayaan

Penilaian blak-blakan Jenderal McChrystal menyatakan, bangsa Afghanistan tengah menghadapi krisis kepercayaan, sebab perang melawan Taliban tidak membuat kehidupan mereka lebih baik, kata wartawan BBC Mark Mardell dari Washington.

 

Sang jenderal mengatakan, tujuan yang akan dicapai adalah pasukan Afghanistan mengambil kendali, tapi militer mereka baru siap untuk melakukan hal itu tiga tahun lagi dan polisi memerlukan waktu lebih lama lagi. Dan, dia memperingatkan, desa-desa harus direbut dari Taliban dan dipertahankan, bukannya semata-mata direbut.

Jenderal McChrystal juga menghendaki hubungan diperluas dengan para pejuang Taliban, dan dia yakin 60 persen masalah akan bisa diatasi jika para pejuang bisa mendapat pekerjaan.

Lebih dari 30.000 tentara tambahan dikirim ke Afghanistan sejak Presiden Barack Obama mengirimkan pasukan bala bantuan bulan Mei, dan itu hampir melipat duakan kontigen Amerika dan memperbesar total pasukan Barat menjadi 100.000 orang.

Laporan tersebut tidak menyinggung penambahan pasukan, namun ada tanda tersirat dalam berkas tersebut, kata wartawan kami.

Namun, ketika laporan Jenderal McChrystal tiba di meja Presiden Obama, dia akan harus mempertimbangkan implikasi diperbesarnya komitmen atas konflik yang menurut jajak pendapat kehilangan dukuang dari kalangan bangsa Amerika.

Jajak pendapat terbaru Washington Post-ABC mengindikasikan bahwa 49% warga Amerika kini berpandangan perang di Afghanistan sepadan dengan upaya yang dikeluarkan.

Saat menanggapi tinjauan Jenderal McChrystal, wakil menteri rehabilitasi pedesaan Afghanistan, Wais Barmak, mengatakan, warga Afghanistan semestinya diajak berkonsultasi "mulai awal".  ahi

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA