Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Antisipasi Radiasi, Pemkot Tangsel Sidak Produk Jepang

Senin 21 Mar 2011 17:24 WIB

Rep: c03/ Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,CIPUTAT-–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan melakukan inpeksi mendadak (Sidak) terhadap produk makanan Jepang di sejumlah swalayan di kawasan Ciputat, Senin (21/3). Sidak makanan Jepang tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap makanan dari Jepang yang kemungkinan terkena kebocoran radiasi nuklir di Jepang.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Penyehatan Makanan Minuman Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Anton Wibawa mengatakan produk makanan yang terkena radiasi sangat berbahaya untuk kesehatan. Oleh karena itu makanan yang masuk ke Indonesia kurang dari dua minggu dikhawatirkan mengandung radiasi nuklir tersebut.

“Efek jangka panjang dari reaksi nuklir ini sangat berbahaya jika masuk ke dalam organ tubuh manusia. Makanya, kami himbau agar warga benar-benar memperhatikan label mas produksi produk asal Jepang yang akan mereka beli,” katanya.

Anton mengatakan, barang asal Jepang yang dapat dipastikan aman untuk dikonsumsi dan digunakan adalah makanan ataupun produk lain yang  masuk ke Indonesia sudah lebih dari sebulan lalu dari bencana gempa dan tsunami Jepang. Adapun makanan dan produk lain yang kurang dari dua minggu atau baru-baru ini, disarankan Anton tidak dikonsumsi oleh warga.

Dari berbagai jenis makanan yang menjadi target sidak kali ini antara lain, makanan segar asal Jepang seperti ikan laut dan juga produk lain seperti kecap, kedelai dan juga mie instan. Selain produk-produk makanan, tim gabungan juga menyidak barang elektronik dan mainan asal Jepang yang juga dimungkinkan terkena kebocoran radiasi nuklir di Fukushima tersebut. "Kami hanya ingin makanan yang dikonsumsi warga Tangsel di pasar modern aman," ujarnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Urip Supriatna menambahkan, sidak kali ini merupakan agenda rutin yang sudah biasa dilakukan tim gabungan dari Dinkes, Disperindag, dan juga Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sekaligus antisipasi radiasi pada produk Jepang. Namun, untuk sidak kali ini, pihaknya sementara tidak menemukan makanan dan produk lain yang terkena reaksi nuklir. “Barang di Carefour cukup aman untuk dikonsumsi. Karena tidak mengandung zat nuklir,” imbuhnya.

Meskipun demikian, dia tetap mengingatkan kepada warga agar tetap waspada karena reaksi radiasi nuklir pada organ tubuh amat berbahaya. Untuk itu, dia mengingatkan kembali, agar baik pihak swalayan maupun konsumen untuk benar-benar memperhatikan barang asal Jepang yang mereka jual dan akan konsumen beli.

“Kami sudah ingatkan pihak distributor untuk sementara tidak menjual barang yang berasal dari Jepang setelah kejadian kebocoran nuklir kemarin. Karena, masih ada kemungkinan barang tersebut terkena radiasi,” ujarnya.

Team Leader Groseri Food Carefour Ciputat, Nur Hidayat berjanji, pihaknya akan mengawasi dengan ketat tiap produk yang masuk dari Jepang baru-baru ini. Namun, ia menghimbau agar pemerintah juga mengantisipasi dengan melarang barang tersebut masuk ke Indonesia. Ia menganggap jika Pemerintah tidak menahannya lebih awal, maka ditakutkan, produk tersebut akan tetap masuk ke Indonesia.

“Pengawasan awal sebenarnya ada di Pemerintah yang lebih tahu jalur keluar masuk barang yang akan kami jual. Makanya, kami juga berharap ada pengawasan itu dari pemerintah,” ujarnya.
 




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA