Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

DPR Dukung Kajian Hibah F-16 dari AS

Kamis 18 Nov 2010 22:34 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pesawat tempur F-16

Pesawat tempur F-16

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anggota Komisi I DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa Komisi I akan mendukung apapun kajian pemerintah terkait dengan hibah atau bantuan pesawat F-16 dari Amerika Serikat (AS).

"Komisi I akan dukung upaya pemerintah untuk melakukan kajian terkait hibah tersebut, apapun keputusan pemerintah nantinya," kata Nurhayati, Kamis (18/11).

Menurut Nurhayati, pemerintah tentu punya pertimbangan matang dalam persoalan tersebut. "Kalau dari hasil kajian, pemerintah mengatakan bantuan itu tidak pantas diterima, kami (Komisi I) juga akan terima (sikap itu)," jelasnya.

Nurhayati mengingatkan bahwa upaya mengkaji hibah F-16 itu jangan sampai membebani negara. Bantuan apapun kalau tidak diperlukan tentu akan sia-sia. ''Hibah atau bantuan, kalau memang kita butuhkan, kita akan terima dengan senang hati. Tapi kalau ada keinginan pemerintah untuk mengkaji, tak masalah. Jangan sampai bantuan akhirnya membebani kita. Kalau kita punya anggaran, ya kita beli baru saja," kata Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR itu.

Memang diakui Nurhayati, adanya pemikiran yang berkembang, apakah Indonesia membutuhkan pesawat tempur atau pesawat angkut untuk misi kemanusiaan, terutama ketika menghadapi bencana.

Masyarakat dunia sudah mengetahui bahwa Indonesia adalah garis terdepan dari perubahan iklim serta memiliki daerah yang luas sehingga dibutuhkan peralatan perang yang memadai.

"Memang ada pemikiran bahwa alat utama sistem persenjataan ini juga harus dipersiapkan untuk menjaga keamanan wilayah NKRI untuk melindungi rakyatnya. Tapi ketika bencana juga bisa difungsikan," tegas Nurhayati.

sumber : antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA