Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Pasien RS Jiwa di Banda Aceh Membludak

Rabu 20 Oct 2010 21:53 WIB

Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH--Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh terpaksa menampung pasien melebihi kapasitas kamar rawat. Ini karena dengan 320 tempat tidur yang tersedia ternyata harus ditempati oleh 380 pasien.

“Padahal dengan kapasitas gedung idealnya hanya untuk 280 tempat tidur, dari 14 sal dengan dilayani 12 dokter umum, 5 dokter spesialis, dan 181 perawat,” kata Direktur RSJ, Banda Aceh Saifuddin, Selasa (19/10).
    
Bahkan, kata Saifuddin, di antaranya, ada pasien sakit jiwa yang sudah tidak punya keluarga lagi, dan tidak tahu hendak diantar ke mana kalau mereka telah sembuh. ''Ketika diantar kepada keluarganya terkadang tidak diterima, dengan alasan mereka keluarga jauh,'' jelasnya.

Sampai saat ini, orang yang mengidap sakit jiwa juga masih tampak berkeliaran di ibukota Propinsi Aceh. Mereka dalam kondisi lusuh dan tidur di emperan pertokoan serta berbagai tempat terbuka.

Memang benar Pemerintah Aceh sudah menyediakan dana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) untuk masyarakat, namun pengakuan Saifuddin melalui Wadir Pelayanan Purwadi SKM, Mkes, pihak RSJ Banda Aceh tidak bisa berbuat banyak.
    
Mereka tidak punya kapasitas untuk menjemput para penderita yang berkeliaran di jalan, dan untuk itu mereka berharap instansi lainnya seperti dinas sosial atau satpol PP dapat mengantar para penderita untuk dirawat di rumah sakit.
    
Lain lagi nasib pasien yang setelah diantar pulang ke rumah keluarga, si penderita diantar kembali ke depan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin yang berjarak sekitar 300 meter dari RSJ Banda Aceh sehingga akhirnya si penderita akhirnya kembali sendiri ke RSJ dengan berjalan kaki.
    
“Kejadian-kejadian seperti itu sering dialami penderita sakit jiwa, sudah sakit ditinggal lagi oleh keluarga,” kata Saifuddin.

Kondisi penderita dengan kesengsaraan mereka itulah membuat Saifuddin bertekad ingin menghibur jiwa yang pedih itu, dengan membuat taman dan menanam berbagai pohon dan bunga agar taman menjadi indah dipandang mata, serta nyaman dan sejuk di hati.
    
Terapi melalui taman ini dan berbagai kegiatan keagamaan serta seni, diharapkan bisa cepat memberi kesembuhan bagi penderita. Sehingga, jelas Saifuddin, mereka bisa hidup normal kembali dan menlajutkan kehidupan seperti layaknya manusia hidup yang lain.

sumber : kominfo-newsroom
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA