Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

2010, PLN Butuh Dana Investasi Hingga 9,7 Miliar Dolar AS

Selasa 07 Sep 2010 01:52 WIB

Rep: Cepi Setiadi/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Jaringan listrik PLN

Jaringan listrik PLN

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT PLN (persero) akan membutuhkan dana hingga 9,7 miliar dolar AS (sekitar Rp87,3 triliun) untuk investasi pada 2011. Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN Nasri Sebayang menjelaskan, angka tersebut merupakan biaya kontraktor teknik, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC). Menurutnya dana sejumlah itu akan diperoleh dari berbagai sumber.

''Sudah pasti pendanaan pertama diperoleh dari PLN sendiri, kita kan dapat margin delapan persen dari pemerintah, mudah-mudahan marginnya naik lagi'' kata Nasri di gedung PLN pusat, Senin (6/9). Yang kedua kata Nasri adalah dari APBN. ''Berapa besarnya kita tunggu bagaimana hasil pembahasan pemerintah dengan DPR nantinya,'' kata dia.

Sedangkan yang ketiga pinjaman lunak dari pemerintah.''Seperti tahun ini kita dapat pinjaman dari pemerintah Rp7,5 triliun. Ini betul-betul pinjaman dari pemerintah dengan bunga yang sangat rendah, hampir nol,'' kata Nasri.

Nasri menambahkan, nilai investasi tersebut naik sekitar 19,9 persen dari rencana investasi tahun ini sebesar 8,1 miliar dolar AS. Menurut Nasri, peningkatan investasi itu dibutuhkan untuk menyeimbangkan pertumbuhan kebutuhan listrik sebesar 9,2 persen per tahun. Ia menjelaskan, dari total rencana investasi tersebut,sekitar 6,605 miliar dolar dialokasikan untuk pembangunan pembangkit sebesar 6.248 megawatt (MW).

Dari total kapasitas yang akan dibangun tersebut, sekitar 4.985 MW akan dikerjakan oleh PLN dan sisanya digarap kontraktor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Sedangkan untuk sisanya kata Nasri, sekitar 2,045 miliar dolar AS akan dialokasikan untuk memperkuat sistem transmisi. ''Untuk distribusi kita alokasikan 781,2 miliar dolar AS,'' kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA