Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Presiden: Indonesia Rawan Bencana

Selasa 07 Sep 2010 01:37 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Gunung Sinabung

Gunung Sinabung

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID,  MEDAN--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia memiliki tingkat risiko tinggi mengalami bencana alam jika dilihat dari letak geologi dan geografi. "Indonesia memiliki geologi dan geografi yang memang rawan," kata Presiden Yudhoyono di hadapan unsur muspida Sumatera Utara di Lanud Medan, Senin (3/9), sebelum berangkat ke Kabupaten Tanah Karo untuk meninjau pengungsi letusan Gunung Sinabung.

Secara umum, kata Presiden, dunia sedang menghadapi masalah serius sebagai akibat dari perubahan iklim yang berujung pada pemanasan global. Kondisi itu menyebabkan seringnya terjadi bencana yang terkadang secara ekstrim seperti gempa tektonik, letusan gunung berapi dan potenis tsunami.

Bahkan, perubahan iklim itu juga sering menimbulkan bencana banjir yang cukup besar seperti yang terjadi di Pakistan, India, Bangladesh dan Nigeria. Untuk Indonesia, kondisi itu diperparah dengan keberadaan letak geologi dan geografi yang rawan terhadap bencana.

Untuk itu, kata Presiden, pihaknya memerintahkan menteri terkait untuk melakukan penilaian dan kajian terhadap letak geologi dan geografi tersebut. Apalagi jika dikaitkan dengan letak wilayah Indonesia yang diapit tiga lempeng tektonik. "Apa ada perkiraan tiga lempeng itu mungkin menimbulkan gempa bumi dan tsunami," kata Presiden.

Presiden Yudhoyono juga mengharapkan menteri terkait untuk mempelajari kemungkinan tiga lempeng tektonik itu dapat meningkatkan aktivitas gunung berapi di Indonesia.

Pihaknya menilai, segala penilaian dan kajian itu perlu dilakukan agar pemerintah memiliki antisipasi terhadap bencana, sekaligus memberikan peringatan terhadap rakyat mengenai kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.

Hasil kajian tersebut juga akan membuat pemerintah di daerah seperti gubernur, bupati dan walikota lebih memahami tindakan yang perlu dilakukan jika bencana itu terjadi.

Dari pemantauan yang dilakukan dalam enam tahun terakhir, daerah yang memiliki kesiapan dan kesigapan terhadap kemungkinan bencana akan mengalami kerusakan lebih sedikit atas peristiwa yang terjadi. "Persiapan itu penting karena kita tahu akan terjadi bencana tetapi tidak tahu kapan waktunya," kata Presiden.

sumber : Ant
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA